Mengenal Seluk Beluk Tempat Kerja Arsitek

Tempat Kerja Arsitek – Seorang arsitek secara sederhana dapat disebut sebagai desainer pembangunan yang memegang inti perencanaan sebuah proyek. Jika diterjemhkan secara teknis, pekerjaan seorang arsitek adalah mendesain rumah, bangunan, tata kota sebuah komplek perumahan dan juga perkantoran, karena kompleksnya pekerjaan arsitek, maka tempat kerja arsitek tidak hanya terpaku pada satu job description saja.

Seorang arsitek dapat bekerja di perusahaan bidang perumahan atau properti, konsultan perencanaan tata kota wilayah (planologi) dan dapat bekerja secara mandiri membuka konsultan jasa desain arsitek untuk mendesain interior dalam rumah maupun pengembangan rumah secara eksternal (renovasi).

Pekerjaan seorang arsitek dapat dikerjakan oleh seorang diri sarjana lulusan arsitektur, maupun secara bersama-sama (para sarjana arsitek membuat sebuah firma jasa pelayanan arsitek). biasanya firma jasa layanan ini digunakan untuk menangani proyek-proyek besar yang membutuhkan banyak sumber daya.

Apa saja proyek-proyek besar yang sering ditangani oleh seorang arsitek? Misalnya desain perencanaan sebuah perumahan (properti), desain taman kota, desain sebuah tower, desain gedung bertingkat dan desain proyek-proyek infrastruktur seperti jembatan, stasiun, terminal dan stasiun bawah tanah.

Nantinya, seorang arsitek akan bekerjasama dengan sarjana teknik sipil untuk mewujudkan desainnya, arsitek mendesain dan insinyur akan mengeksekusi. Inilah yang menjadi alasan kenapa beberapa tempat kerja arsitek berada di lapangan. Mereka akan bekerjasama untuk mendesain dan membangun rancangannya sesuai dengan cetak biru (blue print) desain utama (master file).

Tempat kerja seorang arsitek juga dapat hanya di kantor atau rumah saja, biasanya karena mereka membuka jasa konsultan arsitek secara mandiri. Klien klien yang membutuhkan akan datang dan meminta arsitek mengerjakan sebuah desain. Desain-desain mandiri yang biasanya dikerjakan adalah desain interior, pengaturan ruang di dalam rumah, pembanguna rumah, renovasi rumah, hingga proyek mengganti rumah dari satu lantai menjadi dua lantai dan seterusnya.

tempat kerja arsitek

Apakah ada perbedaannya antara arsitektur dengan insinyur dan juga tukang bangunan? Oh tentu saja dan perbedaannya besar. Jika seorang arsitek bekerja mendesain secara substansial, maka insinyur adalah pelaksana eksekusi dari desain-desain utama.

Seorang insinyur dapat disebut pelaksana proyek karena akan memegang sebuah prusahaan konstruksi/perusahaan industri yang akan menjalakan proyek-proyek tersebut. Insinyur inilah yang merekrut sub-kontraktor bersama para mandor-mandor untuk mengerjakan proyek-proyek di atas.

Baru dari sub-kontraktor dan mandor-mandor inilah terjadi perekrutan tukang bangunan atau pekerja kasar yang akan ditempatkan untuk mengerjakan proses pengecoran, penembokan, pembangunan yang bersifat teknis. Kenapa terjadi perbedaan sejauh itu? Hal ini karena faktor jenjang pendidikan dan kualifikasi ilmu yang dimiliki.

Seorang arsitek dan insinyur (sarjana teknik/sarjana teknik sipil) membutuhkan waktu empat sampai lima tahun untuk memperoleh ilmu, belum termasuk dengan sertifikasi dari ikatan arsitek atau ikatan insinyur. Sementara untuk kualifikasi mandor dan tukang bangunan biasanya tidak lebih dari lulusan sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Baca Juga  Codeva: Tempat Kursus Data Science Terbaik di Jakarta

Bagaimana Memperoleh Gelar dan Pekerjaan Arsitek?

Setelah memahami sistem kerja dan tempat kerja arsitek yang bisa bekerja dimana saja, selanjutnya akan lebih baik memahami proses pendidikan seorang arsitek di Indonesia. Untuk melahirkan seorang arsitek yang memiliki keahlian, dibutuhkan waktu empat sampai lima tahun untuk memperoleh gelar sarjana arsitektur.

Kenapa waktu gelar sarjana arsitektur bisa molor sampai lima tahun? Hal ini karena perkuliahan arsitektur banyak memakan waktu waktu praktek yang melelahkan. Kebanyakan praktek adalah desain-desain langsung terhadap proyek proyek pembangunan yang nantinya akan menjadi bekal pekejaan seorang arsitek.

Setelah lulus pun dan memperoleh gelar sarjana arsitek, seorang arsitek profesional bisa mengurus sertifikasi arsitek di ikatan arsitek Indonesia. Sertifikat inilah yang nantinya akan memperkuat tempat kerja arsitek bisa membuka jasa layanan konsultan arsitek secara mandiri.

Sampai saat ini, jurusan arsitek di Indonesia hanya tersedia di beberapa kampus saja. Misalnya kampus negeri ada di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Indonesia Jakarta, Institut Teknologi Bandung dan beberapa kampus swasta lainnya.

Penyebab terbatasnya jurusan arsitek ini karena banyaknya alat-alat praktek yang dibutuhkan oleh seorang calon arsitek, sehingga banyak kampus perlu mempertimbangkan dengan daya keuangan kampusnya.

tempat kerja arsitek

Dimana saja tempat kerja arsitek dan penghasilannya?

Tempat kerja arsitek secara umum berada di perusahaan yang berkaitan langsung dengan industri properti, perencanaan wilayah dan juga desain. Misalnya jika masuk ke pemerintahan akan berada di bawah kementerian bappenas, kementerian dalam negeri atau kementerian riset dan teknologi.

Sementara untuk BUMN dapat bekerja di wijaya karya atau perusahaan konstruksiy yang bersentuhan langsung dengan dunia arsitek. Selain itu juga dapat bekerja di swasta nasional di perusahaan properti.

Seorang arsitek juga dapat mengatur tempat kerja arsitek dari rumahnya dengan membuka jasa konsultan arsitek berbentuk cv atau firma. Nah, biasanya seorang arsitek profesional akan bekerja di sebuah perusahaan dan sekaligus membuka tempat kerja arsitek di rumahnya.

Penghasilan seorang arsitek yang bekerja di perusahaan atau pemerintahan bisa melampaui dua digit penghasilan bersihnya, sementara untuk arsitek profesional tergantung dengan deal nilai proyek yang disepakati. Biasanya tarif rata rata arsitek profesional juga berada di angka dua digit dengan nilai proyek 50 jutaan ke atas.

Leave a comment