Mengapa Harus Kerja di Jepang ?

Kerja di Jepang –  Muhammad Ridzky Ramadhani, 19 April 2021 – Sebagai salah satu negara maju di dunia, Jepang memiliki daya pikat tersendiri yang seringkali menjadi incaran kebanyakan orang dalam proses membangun kesuksesan karirnya.

Otomotif, infrastruktur, perdagangan, teknologi, dan masih banyak lagi hal-hal yang menjadikan negara Jepang sebagai negara unggul. Tak bisa dipungkiri, negara tersebut memiliki pengaruh yang besar, termasuk juga kepada Indonesia.

Terbukti dengan banyaknya pabrik Jepang yang berdiri di Indonesia dan selalu menjadi incaran para pencari kerja. Bahkan banyak juga yang bertekad untuk mencari kerja di Jepang langsung.

Gratis Beasiswa Program, Kuota Sangat Terbatas (Isi Form Dibawah Ini)
*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Hal tersebut yang kemudian menimbulkan pertanyaan, bagaimana sih kondisi bekerja di Jepang, apa saja yang perlu dipersiapkan, dan pastinya bagaimana cara mendapatkanya.

Pada tulisan kali ini, akan dibahas informasi secara mendalam mengenai bekerja di Jepang.

KENAPA MEMILIH KERJA DI JEPANG 

Hal yang paling menggiurkan ketika berbicara mengenai kerja di Jepang adalah masih luasnya lapangan pekerjaan yang tersedia di sana. Seperti yang diungkapkan Tri Purnajaya selaku Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, bahwa Jepang di tahun 2020 defisit kuota kurang lebih 345 ribu tenaga kerja yang tersebar di 14 sektor usaha.

345 ribu kuota tenaga kerja tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak negara sehingga terprediksi akan ada persaingan antar negara untuk mengisi kuota tersebut selama 5 tahun ke depan. Indonesia sendiri telah menargetkan untuk mengisi kuota sebanyak 70 ribu tenaga kerja. 

Dari angka tersebut, dapat kita ketahui bahwa peluang kerja di negeri Jepang masih sangatlah luas dan tersedia di berbagai sektor seperti makanan, agrikultur, manufaktur, dan lainnya. Artinya, masing-masing dari kita mempunyai kesempatan besar untuk bisa bekerja di sana, dan tidak terbatas pada satu jenis sektor pekerjaan saja.

Apalagi bagi Jepang, tenaga kerja Indonesia diunggulkan karena Indonesia masih memiliki banyak tenaga kerja muda dan produktif, serta lebih murah dibandingkan China. Sehingga, Pemerintah Indonesia saat ini memanfaatkan peluang tersebut semaksimal mungkin, agar platform dan kerjasama yang terjadi bisa berjalan secara lancar dan pada akhirnya memberi keuntungan bagi para calon tenaga kerja.

Selain kuota, gaji yang terbilang cukup besar juga menjadikan kerja di Jepang diunggulkan oleh banyak orang Indonesia. Jika dibandingkan dari segi upah minimum, rata-rata pekerja di Indonesia hanya mendapatkan 3 – 5 juta per bulan. Berbanding jauh dengan Jepang yang bisa menawarkan gaji sebesar 15 hingga 30 juta per bulannya.

Mempunyai pengalaman bekerja di luar negeri juga diidam-idamkan banyak orang dalam proses membangun karirnya. Jepang sebagai negara yang sangat maju memiliki daya tarik tersendiri yang membuat orang berlomba-lomba memiliki pengalaman di sana. Terdapat suatu anggapan bahwa orang yang berkarir di luar negeri seperti di Jepang seringkali menandakan suatu keberhasilan dan  dapat mempercepat laju kesuksesan seseorang.

Nyatanya pengalaman kerja di Jepang memang akan memberikan benefits tersendiri serta membuka peluang karir yang lebih luas lagi. Dengan menjamurnya perusahaan Jepang di Indonesia, pengalaman tersebut mampu memberi nilai lebih untuk mencapai kesempatan bekerja dalam posisi strategis di perusahaan besar Jepang yang ada di Indonesia.

Dalam jangka panjang, pengalaman bekerja di Jepang itu pun bisa dikembangkan menjadi peluang membuka usaha atau bisnis baru yang menjanjikan. Pengalaman yang didapat sudah semestinya dibarengi dengan berbagai koneksi yang luas, sehingga peluang usaha juga terbuka tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi bahkan internasional sekalipun.

Namun, meski terdapat peluang besar dan keuntungan yang bisa kita dapat dari bekerja di Jepang, bukan berarti kita bisa mendapatkannya secara mudah. Pasalnya percuma saja ketika peluang emas yang tersedia tidak diimbangi dengan kapasitas dan kualitas dari tenaga kerja yang dibutuhkan.

Sehingga peluang-peluang tersebut hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang memang tekun dan memiliki tekad kuat untuk bekerja di Jepang. Pastinya juga terdapat berbagai persyaratan yang perlu dipersiapkan sebelum akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan di sana.

 

PERSIAPAN KERJA DI JEPANG

Tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum kita benar-benar bekerja di negara Jepang. Sebenarnya persiapan tersebut bergantung pada tujuan serta jalur kerja yang kita tempuh. Setiap jalur kerja pastinya mempunyai persyaratannya tersendiri untuk dapat lolos dan mendapatkan pekerjaan tersebut. Akan tetapi, tetap ada hal-hal yang secara umum bisa kita lakukan terlepas persyaratan yang diberikan, yakni sebagai berikut.

 

  • Belajar Bahasa Jepang
Baca Juga  5 Tips dan Cara Cepat Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula

Hal pertama yang wajib dipersiapkan sebelum bekerja di Jepang adalah menguasai bahasa Jepang. Memang sudah sepantasnya kita dituntut mampu berbahasa Jepang ketika ingin bekerja di sana.

Itulah yang akan memudahkan kita berkomunikasi baik dalam konteks pekerjaan maupun keseharian kita bersama warga di sana. Apalagi, sebagian besar warga negara Jepang tidak terlalu fasih dalam berbahasa Inggris. Jepang sendiri memang mewajibkan semua warganya untuk dapat menguasai bahasa Jepang, bahkan seringkali dianjurkan untuk mengikuti tes bahasa Jepang. 

Sehingga kemampuan berbahasa Jepang sudah pasti menjadi satu persyaratan penting yang dibutuhkan ketika melamar pekerjaan disana. Menguasai bahasa Jepang secara mendalam juga akan membuka peluang lebih besar lagi terhadap seseorang untuk bisa mendapatkan rekomendasi kerja di Jepang.

Sebelum bekerja di sana, Japan Language Proficiency Test (JLPT) bisa menjadi tes tolak ukur kemampuan berbahasa Jepang kita. Ujian tersebut memiliki konsep yang mirip dengan TOEFL, dimana kita akan melakukan tes uji sertifikasi kemampuan mengenai bahasa Jepang dan hasilnya akan disesuaikan dengan kategori yang telah tersedia.

Setidaknya kita perlu mencapai level JLPT N2 agar bisa lolos persyaratan bekerja di Jepang pada umumnya. Level tersebut merupakan ditandai dengan kemampuan secara lancar untuk melakukan percakapan dalam kecepatan normal.

  • Menyiapkan Dokumen Administratif

Jangan pernah remehkan persyaratan administrasi. Seringkali orang terlalu fokus kepada satu persyaratan sampai lupa bahwa apabila persyaratan administratif tidak terpenuhi maka ia akan tetap tidak diberi izin untuk kerja di Jepang. Sebagai calon pekerja di Jepang, pastikan bahwa kita telah menyiapkan dokumen-dokumen yang tepat dan merupakan syarat suatu pekerjaan.

Salah satunya adalah pemilikan visa kerja. Visa kerja merupakan persyaratan yang sangat krusial mengingat dokumen tersebut sangat berpengaruh terhadap pemberian izin kerja di Jepang. Tidak semua visa Jepang memiliki izin untuk bekerja di sana, sehingga perlu diperhatikan kembali tujuan visa yang dibuat agar akhirnya tidak salah buat.

 

  • Mendalami Budaya Jepang

Apabila kita bertekad untuk bekerja di Jepang, tidak ada salahnya mendalami budaya yang berkembang di sana.

Mulai dari budaya makan, budaya bekerja, hingga tata krama dalam menjalani hari patutnya kita ketahui dan pahami agar nantinya tidak menyebabkan situasi yang malah merugikan kita.

Harus kita sadari bahwa budaya yang kita miliki tentu jauh berbeda dengan budaya yang berlaku di Jepang. Ketika kita bertemu orang asing yang melanggar budaya dan kebiasaan kita, tentunya akan membuat kita geram. Hal yang sama juga berlaku di Jepang, sehingga ada baiknya kita mendalami budaya dan hal-hal yang telah menjadi kebiasaan di sana.

 

  1. Riset Informasi Penting Mengenai Kerja di Jepang

Saat ini, banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan di internet, termasuk juga informasi penting mengenai bekerja di Jepang. Baiknya sebelum bekerja di sana, kita melakukan riset terlebih dahulu terkait benefit apa yang bisa kita dapatkan serta kebutuhan-kebutuhan apa yang sekiranya perlu kita perhatikan lebih mendalam.

Selain melalui internet, kita juga bisa mendapatkan informasi terkait dengan menghubungi orang-orang yang memang sudah memiliki pengalaman di sana, atau bahkan warga asli Jepang sekalipun.

Pastikan bahwa sebelum berangkat ke Jepang, kita telah mengetahui secara komprehensif mengenai pekerjaan apa yang akan kita lakukan di sana, beserta kontrak dan segala hal yang mengikat sehingga pada akhirnya tidak akan merugikan kita.

 

  1. Jenis Pekerjaan yang berlaku untuk Pekerja Asing

Meski lapangan pekerjaan yang tersedia sangat luas, negara Jepang cukup selektif dalam menentukan jenis pekerjaan yang tersedia bagi tenaga kerja asingnya. Tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan oleh pekerja yang berasal dari negara selain Jepang.

Maka, sebelum memutuskan untuk kerja di Jepang, ada baiknya kita mencari tahu apa saja lowongan pekerjaan yang memang tersedia untuk warga asing di sana. Beberapa pekerjaan yang umumnya terbuka untuk pekerja asing misalnya:

  • Tenaga Kerja Magang atau kenshusei;
  •  Pekerja kantoran di perusahaan Jepang;
  • Tenaga profesional seperti tenaga kesehatan, pengajar, teknisi, dan sebagainya.

 

 

JALUR BEKERJA YANG TERSEDIA DI JEPANG

Peluang besar sudah tersedia dan persiapan telah terpenuhi, lalu langkah selanjutnya apa? Dalam konteks bekerja di Jepang, hal yang tidak boleh terlewatkan adalah mencari jalur yang dapat kita tempuh untuk mengamankan posisi kita pada suatu pekerjaan di sana. Terdapat beberapa jalur kerja yang tersedia bagi orang Indonesia untuk dapat bekerja di Jepang.

  1. Program Magang

Mengingat kedua negara secara strategis mampu saling memenuhi kebutuhan satu sama lain, Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Jepang untuk menyelenggarakan program magang semenjak 28 tahun silam.

Program kerjasama magang ini memberikan kesempatan bagi para pesertanya untuk mencicipi dunia pekerjaan yang berlangsung di Jepang, sekaligus mendapat pelatihan secara intensif sehingga nantinya dapat menjadi tenaga kerja yang berkompeten.

Peserta program magang tersebut akan dibekali gaji berupa uang saku dengan kisaran ¥120.000 – ¥140.000 atau sekitar 16 hingga 18 juta per bulannya.

Peserta magang akan menjalani program selama 3 tahun, dan dapat diperpanjang menjadi 5 tahun apabila dapat menunjukkan kinerja yang maksimal. Setelah lulus, peserta magang akan dikembalikan ke Indonesia dan bisa kembali bekerja di Jepang dengan syarat untuk mengganti status visa kerjanya. 

Untuk itu, terdapat beberapa persyaratan yang diperlukan ketika ingin mengikuti program magang ini berupa:

 Persyaratan umum:

  • Calon peserta magang harus merupakan lulusan berpendidikan minimal SMA atau sederajat
  • Memenuhi batas usia yang telah ditentukan. Dalam hal ini usia minimial adalah 19 tahun  bulan, dan batas maksimal berada di usia 26 tahun
  • Memiliki tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita, serta berat badan yang dianggap ideal terhadap tinggi badan tersebut
  • Calon peserta magang tidak memiliki penyakit mata seperti buta warna atau bahkan tidak diperbolehkan menggunakan kacamata dan kontak lens.
  • Tubuh calon peserta magang tidak boleh memiliki tato dan bekas tato, tindik dan bekas tindik, dan sebagainya
  • Tubuh calon peserta magang tidak pernah mengalami masalah kesehatan serius seperti operasi, patah tulang, atau memiliki masalah pada organ tubuh.

 

Baca Juga  5 Aplikasi Belajar Bahasa Jepang yang Cocok untuk Pemula

Selain persyaratan umum, ada pula persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi calon peserta magang yakni berupa:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu Pencari Kerja (AK1)
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Ijazah dan transkrip nilai
  • Surat pernyataan izin oleh orang tua atau wali
  • Surat pernyataan belum pernah  mengikuti program magang ke Jepang
  • Sertifikat pelatihan dan keterampilan
  • Pas foto 
  • Formulir pendaftaran program magang

Tidak berhenti disitu saja, biaya juga perlu dipersiapkan apabila ingin mengikuti program magang ini, beberapa biaya tersebut seperti:

  • Biaya hidup selama seleksi
  • Biaya hidup selama mengikuti pelatihan
  • Biaya cek kesehatan
  • Biaya paspor dan visa
  • Biaya hidup awal di Jepang
  • Biaya lainnya seperti transportasi, konsumsi, dan lainnya

Sebagai tambahan, program magang tersedia dalam dua jalur yaitu jalur negeri dan swasta. Pastinya ada beberapa syarat yang akan berbeda, namun pada umumnya tidak akan jauh berbeda dengan pemaparan yang ada di atas.

Untuk lebih lengkapnya, informasi program magang jalur negeri dapat diakses melalui situs Kemenaker dan jalur swasta melalui situs web LPK.

 

 

  1. Jalur Government to Government

Kebutuhan akan tenaga kesehatan terutama perawat akibat meningkatnya jumlah lansia di Jepang membuat jalur Government to Government menjadi solusi yang dapat menguntungkan baik Jepang maupun Indonesia.

Seperti kebutuhannya, jalur ini hanya dibuka untuk posisi perawat rumah sakit (Kanggoshi) dan perawat lansia (Kaigofukushi) saja. Nantinya, kisaran gaji bersih perawat melalui jalur ini bergantung pada beberapa tingkatan. 

  • Calon Kanggoshi (sebelum lulus ujian nasional) = ¥100.000 – ¥110.000 atau sekitar 13 -15 juta rupiah.
  • Kanggoshi (sudah lulus) = ¥ 300.000 – ¥ 320.000 atau sekitar 40 – 42 juta rupiah
  • Calon Kaigofukushi (sebelum lulus ujian nasional) = ¥ 130.000 – ¥140.000 atau sekitar 17 – 19 juta rupiah
  • Kaigofukushi (sudah lulus) = ¥ 200.000 – ¥ 210.000 atau sekitar 27 – 28 juta rupiah

Informasi lebih detail mengenai program ini dapat kamu akses melalui situs Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

 

  1. Jalur Mandiri

 Kita pun sebenarnya bisa saja mencari dan melamar kerja di Jepang secara pribadi. Hal tersebut kembali lagi kepada apa yang kita butuhkan selama berproses mendapatkan pekerjaan di sana, apakah memerlukan uluran tangan lain atau bisa dilakukan secara mandiri.

Perlu diperhatikan bahwa menempuh jalur mandiri tentunya membutuhkan berbagai riset yang komprehensif dan lebih berhati-hati agar kita tidak salah ambil langkah selama proses berlangsung.

 Calon pekerja dapat langsung melamar ke perusahaan Jepang atau biro pencari kerja seperti Daijob atas pekerjaan yang menempatkan diri calon pekerja di negara sakura tersebut. Pastikan juga bahwa pelamar tersebut telah memiliki sertifikat JLPTN2 atau JLPTN1 beserta kemampuan lainnya yang diperlukan perusahaan terkait.

 

  1. Jalur Tokutei Ginou (TG)

Jalur Tokutei Ginou atau dalam istilah lain dikenal dengan Specified Skilled Workers (SSW) merupakan jalur yang memanfaatkan kerjasama terbaru antara pemerintah Indonesia dan Jepang, tepatnya dimulai pada tahun 2019. 

Melalui situs khusus Tokutei Ginou (TG) yang dibentuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan, perusahaan-perusahaan Jepang dapat menaruh informasi ketersediaan lowongan pekerjaannya dalam situs tersebut, dan membuka kesempatan bagi calon pekerja Indonesia untuk melamar langsung pekerjaan yang tersedia.

Tokutei Ginou memiliki dua tingkatan berupa TG 1 dan TG 2. TG 1 berlangsung selama 5 tahun dan dapat diperpanjang oleh perusahaan Jepang terkait. Pekerja yang diberi perpanjangan waktu dapat mengikuti tahap TG 2.

Selama TG 2 berlangsung, pekerja terkait dapat membawa keluarganya ke Jepang. Pemagang yang pernah ke Jepang boleh mengikuti program Tokutei Ginou ini dengan syarat usia maksimal 30 tahun. 

Untuk informasi yang lebih akurat dapat langsung diakses melalui situs

Leave a comment



Kesempatan Beasiswa

Sponsored

TANYA JAWAB ONLINE

*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Gratis Beasiswa Program, Kuota Sangat Terbatas (Isi Form Dibawah Ini)
*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"