Contoh Hard Skill dan Soft Skill Ini Jadi Kunci Kesuksesan

Contoh Hard Skill – Jika Anda sekarang sudah lulus menempuh pendidikan tinggi sudah pasti Anda harus mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan sebelum mulai mencari kerja. Biasanya para lulusan baru yang siap bersaing dengan para pencari kerja lainnya, sudah pasti mereka akan menyiapkan berkas-berkas penting yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan.

Beberapa diantaranya seperti Curriculum Vitae, surat lamaran, pas foto, legalisir ijazah dan transkrip nilai, serta beberapa dokumen penting pendukung lainnya seperti sertifikat TOEFL, KTP, SIM, dan lain-lain. Mereka akan disibukkan dengan urusan administrasi karena banyaknya persyaratan yang harus dikumpulkan.

Selain persiapan administrasi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin memasuki dunia kerja, yaitu mengenai skill yang Anda miliki. Skill yang harus Anda miliki sudah pasti akan menunjang Anda dalam bekerja nantinya

Gratis Beasiswa Program, Kuota Sangat Terbatas (Isi Form Dibawah Ini)
*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Terdapat 2 jenis skill yang harus Anda miliki, yaitu hard skill dan soft skill. Kedua hal ini justru yang wajib Anda persiapkan semenjak Anda masih kuliah.

Bahkan kedua hal ini tidak hanya diperlukan ketika Anda sedang mencari kerja saja, melainkan juga ketika Anda sudah terjun ke dunia kerja. Berikut ini akan menjelaskan apa saja contoh hard skill dan soft skill yang banyak digunakan dalam dunia kerja.

Pengertian Hardskill

Hardskill adalah suatu kemampuan utama yang diperlukan dalam sebuah pekerjaan. Informasi mengenai hard skill yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan, biasanya akan Anda temukan ketika Anda sedang mencari kerja melalui beberapa platform pencari kerja pada bagian job description.

Pada bagian job description, Anda akan tahu apa saja skill yang harus Anda miliki untuk mengisi posisi tersebut. Memiliki hard skill yang sesuai permintaan tentunya membuat peluang Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan lebih besar dan dengan hardskill yang Anda miliki dapat membantu Anda menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Dengan kata lain, hardskill adalah kemampuan spesifik dan menjadi salah satu deskripsi pekerjaan Anda kedepannya. Hardskill dapat Anda peroleh dari pendidikan formal seperti perkuliahan dan beberapa program pendukung lainnya seperti pelatihan, magang, kelas singkat, kelas online, program sertifikasi, dan training dari beberapa perusahaan.

Hardskill juga bisa dipelajari, diukur, serta dievaluasi, sehingga pada saat proses interview nanti para rekruter akan membandingkan hard skill yang dimiliki antara satu kandidat dengan kandidat lainnya. Dari proses itu akan ditemukan siapa yang terbaik untuk mengisi posisi tersebut.

Bahkan, di beberapa perusahaan industri akan dilakukan tes hard skill untuk mengetahui apakah pelamar tersebut benar-benar mampu dan mempunyai keahlian seperti yang mereka tuliskan di CV. Oleh karena itu, diperlukan kejujuran ketika sedang mencari pekerjaan.

Pengertian SoftSkill

Pengertian SoftSkill

Softskill adalah suatu bentuk kepribadian atau atribut personal dan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk berhasil dalam suatu pekerjaan. Dalam pekerjaan nanti, softskill dan hardskill akan sama pentingnya.

Salah satu hal yang membedakan antara keduanya yaitu perusahaan biasanya tidak memasukkan informasi mengenai softskill yang harus dimiliki pada iklan lowongan kerja, kecuali untuk pekerjaan tertentu.

Contohnya, jika Anda ingin melamar sebagai sales sudah pasti salah satu soft skill yang wajib dimiliki adalah memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan negosiasi.

Baca Juga  Ikuti Kursus IELTS Jakarta Dan Dapatkan Score Tinggi

Jika Anda memiliki softskill yang bagus, maka hal itu dapat menunjukkan bagaimana Anda berinteraksi dengan lingkungan di sekitar. Hardskill dan softskill memiliki perbedaan yang jelas.

Hardskill dapat dimiliki hanya dengan diraih dan dipelajari, sedangkan softskill adalah suatu atribut yang sudah melekat pada diri Anda.

Softskill mungkin bisa dipelajari tetapi bukan dengan cara seperti layaknya orang yang sedang duduk di bangku kuliah, melainkan dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain dan melatih kepekaan terhadap lingkungan.

Jika Anda melakukan hal tersebut, Anda akan dapat mengimplementasikan pada perilaku dan berimbas pada softskill. Itu sebabnya, jika semasa pendidikan Anda sering mengikuti organisasi baik di dalam sekolah atau di luar sekolah, serta sering mengikuti kegiatan sosial seperti menjadi relawan, maka sudah pasti soft skill Anda akan terasah dengan sendirinya.

Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill

Diantara hard skill dan soft skill yang menjadi perbedaan paling mendasar adalah bahwa hard skill dapat dibuktikan dengan mudah, sedangkan soft skill tidak dapat dibuktikan dengan mudah. Anda bisa mengakui diri Anda mempunyai hard skill tertentu jika Anda bisa membuktikannya melalui tes atau dengan menunjukkan sertifikasi yang dimiliki.

Sementara soft skill tidak bisa Anda cantumkan begitu saja pada CV dan tidak ada tes-tes khusus untuk membuktikan diri Anda menguasai soft skill tersebut.

Meskipun begitu, hard skill dan soft skill menjadi faktor yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan Anda dalam bekerja. Agar lebih memahami perbedaan antara hardskill dan softskill, perhatikan contoh hard skill dan soft skill berikut ini.

Contoh Hard Skill

Contoh Hard Skill

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa hard skill adalah kemampuan spesifik yang harus Anda miliki untuk sebuah pekerjaan tertentu. Hard skill yang Anda miliki berguna untuk memastikan apakah tindakan Anda sudah sesuai dengan situasi, mampu berkomunikasi dengan jelas, dan dapat menyelesaikan masalah dengan mudah.

Dengan kemampuan hard skill yang mumpuni dan Anda berlatih terus-menerus untuk mengasah skill Anda maka Anda akan menjadi aset perusahaan yang sangat berharga. Berikut ini adalah beberapa contoh hard skill yang harus Anda miliki jika ingin terjun ke dunia kerja.

1. Mampu Mengoperasikan Komputer

Apapun pekerjaan yang Anda kerjakan, sudah pasti Anda harus tahu bagaimana cara mengoperasikan komputer yang baik. Semakin Anda mahir maka akan semakin baik Anda dalam melakukan pekerjaan.

Kemampuan mengoperasikan komputer merupakan keahlian yang sangat dasar, contohnya mengetik cepat, dapat menggunakan Microsoft Word, bekerja dengan spreadsheet, dan lainnya.

Jika kemampuan dasar tersebut sudah Anda kuasai, maka Anda dapat belajar bagaimana membuat email dan promosi melalui sosial media, serta mengelola dokumen dalam komputer, membuat presentasi, dan memahami cara kerja software dan hardware.

2. Dapat Membuat Rincian Kegiatan dengan Rapi

Membuat jadwal berarti Anda mampu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang efektif dan Anda dapat mengatur waktu yang tersedia dengan baik. Dengan kemampuan menjadwalkan pekerjaan dan merencanakan sesuatu maka akan membuat Anda memberikan hasil yang terbaik di dalam setiap pekerjaan apapun posisi Anda saat itu.

3. Kemampuan Manajemen Data

Setiap perusahaan pasti memiliki banyak sekali data dan Anda harus dapat menangani setiap informasi dalam pekerjaan. Hard skill yang satu ini sangat penting untuk dimiliki seperti kemampuan menganalisis data, meninjau informasi, memperbaiki data yang tersedia, hingga membuat laporan yang baik untuk atasan.

Baca Juga  Rekomendasi Tempat Kursus Bahasa Jerman di Surabaya

4. Dapat Melakukan Riset

Kemampuan dalam melakukan riset perlu Anda persiapkan dalam dunia kerja nanti karena Anda akan beradaptasi dengan industri yang baru, mengumpulkan informasi, dan merencanakan mengenai bagaimana cara memulainya.

5. Mampu Mengatur Keuangan

Jika Anda bekerja yang berkaitan dengan uang, sudah pasti Anda harus memiliki salah satu contoh hard skill ini. Keterampilan ini meliputi akuntasi, anggaran, rencana keuangan, mengelola arus kas, dan lainnya.

6. Memiliki Skill yang Sesuai Dengan Posisi yang Tersedia

Jika Anda melamar sebagai seorang arsitektur sudah pasti Anda harus bisa menggambar dan menggunakan beberapa software yang digunakan untuk menunjang pekerjaan Anda seperti AutoCAD atau Revit. Dengan memiliki contoh hard skill tersebut sudah pasti Anda akan memiliki kesempatan yang lebih lebar dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Contoh Soft Skill

Contoh Soft Skill

Soft skill menjadi salah satu aspek penting dalam kesuksesan karir Anda. Karena semua pekerjaan pasti memiliki keterlibatan orang lain. Oleh sebab itu, kemampuan kita dalam berinteraksi dengan orang lain harus Anda miliki supaya akan menghasilkan pekerjaan dengan baik. Berikut ini adalah beberapa contoh soft skill yang harus Anda miliki, diantaranya:

1. Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu contoh soft skill yang harus dimiliki oleh setiap karyawan.

Kunci dari kemampuan komunikasi adalah bagaimana Anda dapat menempatkan diri di berbagai situasi, dimana Anda akan tahu waktu yang tepat untuk bisa berbicara sopan atau lebih santai, dapat membaca situasi yang tepat untuk mengeluarkan pendapat, kemampuan untuk bisa menjadi pendengar yang baik, dan tahu kapan waktu yang tepat untuk dapatbersikap lebih tegas.

2. Berjiwa Pemimpin

Jiwa pemimpin adalah softskill yang akan membawa Anda menjadi seorang pemimpin di masa depan. Anda tidak hanya menjadi pemimpin untuk diri Anda sendiri tetapi juga menjadi pemimpin untuk orang lain.

Soft skill ini memfokuskan pada kemampuan pengambilan keputusan di kondisi yang sulit dan bagaimana Anda dapat menangani banyak orang pada saat situasi tertentu. Berjiwa pemimpin tentu saja berbeda dengan bossy.

Sifat bossy menjurus kepada hal yang kurang baik seperti hanya memerintah tanpa memberikan pengarahan yang jelas sedangkan berjiwa pemimpin berarti kita bersama-sama untuk dapat mencapai tujuan yang di inginkan.

3. Memiliki Kelakuan yang Baik

Jika Anda sudah memiliki hard skill yang bagus tidak akan berguna jika Anda tidak mempunyai perilaku yang baik. Perilaku yang baik selalu menunjang apapun kegiatan yang diikuti. Berbagai perilaku yang baik dapat menambah efektivitas kerja seperti selalu bersemangat, ramah, dan selalu memiliki pikiran yang positif.

4. Memiliki Pikiran yang Kritis

Berpikir kritis sangat mendukung untuk meningkatkan kemampuan bekerja. Anda yang bekerja dalam bidang apapun harus mampu dalam menganalisis situasi dan mengambil keputusan yang tepat untuk dilakukan.

Baca Juga  Codeva: Tempat Kursus Data Science Terbaik di Jakarta

5. Kerja Tim

Jika Anda tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, jangan berharap untuk bisa diterima kerja. Hal ini dikarenakan keberhasilan suatu pekerjaan dapat dicapai dengan mudah jika dilakukan dengan bekerja sama atau kerja tim.

Anda harus memiliki rasa empati yang tinggi dan selalu mau mendengar masukan dari setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, soft skill ini sangat penting untuk dimiliki.

6. Etos Kerja

Jika Anda memiliki etos kerja yang baik, maka pekerjaan akan selesai dengan efektif dan hasil yang didapat lebih berkualitas. Soft skill yang berhubungan dengan etos kerja yaitu selalu fokus, tetap terorganisir, dan dapat mengatur waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Orang yang memiliki etos kerja sama baiknya dengan bekerja secara independen atau dalam arahan.

Itulah beberapa contoh hard skill dan soft skill yang perlu Anda ketahui. Semakin banyak skill yang Anda miliki dapat memperbaiki kualitas diri Anda menjadi lebih baik. Dengan meningkatnya keterampilan Anda, perlahan-lahan rasa percaya diri Anda juga akan semakin meningkat.

Leave a comment



Kesempatan Beasiswa

Sponsored

TANYA JAWAB ONLINE

*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Gratis Beasiswa Program, Kuota Sangat Terbatas (Isi Form Dibawah Ini)
*salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"