Pengertian, Contoh Algoritma dan Flowchart Beserta Klasifikasinya

Contoh Algoritma – Dalam kehidupan sehari-hari, algoritma dan flowchart banyak digunakan untuk membantu dalam menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan bagan, alur, dan urutan langkah. Dengan adanya algoritma dan flowchart, seseorang akan terbantu dalam memahami langkah yang harus diambil dengan lebih mudah.

Penyelesaian masalah pun bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efektif dengan menggunakan algoritma dan flowchart. Sehingga sangat penting bagi Anda untuk memahami pengertian dan contoh algoritma. Tidak hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, algoritma juga sering digunakan dalam bahasa pemrograman komputer.

Tak bisa dipungkiri bahwa algoritma dan flowchart tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan manfaat yang didapat begitu besar dan penting untuk membantu segala aspek atau bidang kehidupan.

Pengertian Algoritma dan Flowchart

Dalam pengertiannya, algoritma merupakan urutan, alur, atau tahapan dari beberapa langkah logis pada suatu proses yang ditujukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Penyelesaian masalah tentu tidak bisa selesai hanya dalam satu langkah saja melainkan diperlukan beberapa tahapan atau proses hingga akhirnya masalah itu dapat diselesaikan dengan baik.

Beberapa contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari terkait penggunaan algoritma dan flowchart pun sangat banyak sekali. Seperti saat akan memasak mie instan, menghidupkan sepeda motor, merakit sepeda, membuat origami, menghidupkan komputer, dan lain sebagainya.

Dalam setiap proses yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan mencapai suatu tujuan, maka diperlukan alur atau tahapan yang mudah dipahami. Selain dalam kehidupan sehari-hari, contoh algoritma dan flowchart juga banyak digunakan dalam ilmu matematika dan komputer.

Dalam ilmu ini, algoritma diperlukan untuk penalaran otomatis, penghitungan, dan pemrosesan data. Algoritma digunakan untuk menyusun instruksi agar bisa dipahami oleh komputer dan bisa diterjemahkan dalam bahasa manusia sebagai output atau keluarannya.

Bentuk Dasar Algoritma dan Flowchart

Pada dasarnya, untuk membuat algoritma dan flowchart Anda bisa mengambil tiga bentuk dasar, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Sequence Algorithm (Algoritma Sekuensial)

Jenis algoritma ini merupakan algoritma yang memiliki langkah-langkah atau tahapan proses yang urut dari awal hingga akhir. Langkah-langkah tersebut harus diikuti sesuai urutannya karena jika tidak maka masalah atau tujuan yang ingin dicapai tidak akan didapatkan sebagaimana mestinya. Contoh: cara memasak mie instan, cara merakit sepeda, cara membuat kue donat, dan lain sebagainya.

  • Looping Algorithm (Algoritma Perulangan)

Jenis algoritma perulangan merupakan algoritma yang memiliki beberapa langkah yang dilakukan secara berulang-ulang atau looping. Algoritma ini biasanya digunakan untuk menjelaskan prosedur atau langkah proses pada lebih dari satu benda atau aktivitas yang mengharuskan langkah yang sama.

Sehingga langkah tersebut harus dilakukan berulang-ulang hingga semua benda atau aktivitas tersebut dilakukan sebagaimana mestinya. Contoh algoritma looping bisa dilihat pada algoritma menjemur pakaian seperti berikut:

  1. Siapkan pakaian yang sudah selesai dicuci dan akan dijemur.
  2. Ambil satu pakaian di antara pakaian-pakaian lainnya yang akan dijemur.
  3. Peras pakaian tersebut hingga tidak tersisa air yang menetes agar cepat kering.
  4. Letakkan pakaian pada jemuran baik dengan menggunakan hanger atau penjepit pakaian.
  5. Ulangi langkah mulai dari nomor 2 hingga nomor 4 hingga semua pakaian habis dijemur

Dari algoritma tersebut terlihat bahwa terdapat langkah yang harus diulang-ulang hingga semua benda yang menjadi objeknya habis.

  • Conditional Algorithm (Algoritma Percabangan atau Bersyarat)
Baca Juga  Sejarah Internet dan Perkembangannya Hingga Saat Ini

Algoritma jenis ini merupakan algoritma yang memiliki beberapa langkah yang harus diikuti namun terdapat syarat yang harus dipenuhi agar bisa menjalankan langkah berikutnya. Algoritma percabangan banyak digunakan untuk menjelaskan langkah-langkah atau prosedur dalam membuat sesuatu.

Contoh algoritma percabangan seperti algoritma membuat teh manis. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan panci untuk memasak air.
  2. Masukkan air secukupnya sesuai kebutuhan.
  3. Letakkan panci di atas kompor dan hidupkan kompor.
  4. Siapkan teh dan gula pasir sambil menunggu air mendidih.
  5. Matikan kompor jika air sudah mendidih.
  6. Angkat panci dari kompor.
  7. Tuangkan air tersebut ke dalam gelas yang sudah berisi teh dan gula pasir.

Pada langkah nomor 5 terdapat algoritma bersyarat di mana kompor tidak boleh dimatikan jika air belum mendidih.

Cara Merancang Algoritma

Suatu algoritma yang baik harus mengandung beberapa kriteria agar sesuai dan mudah dipahami setiap orang yang membacanya. Berikut ini beberapa kriteria yang harus dipenuhi tersebut:

  • Input/Masukan

Dalam algoritma harus mengandung input atau masukan yang terdiri dari 0 atau lebih.

  • Output/Keluaran

Selain input, algoritma juga harus mengeluarkan atau menghasilkan minimal 1 output atau keluaran.

  • Finite/Terbatas

Dalam suatu proses atau tahapan yang terdapat pada algoritma harus ada batasan di mana algoritma harus berhenti setelah menentukan suatu langkah tertentu yang diperlukan.

  • Definite/Pasti

Dalam membuat algoritma, harus jelas kapan langkah tersebut dimulai dan berakhir. Sehingga setiap langkah yang ditulis harus dijelaskan dengan detail dan jelas agar mudah diikuti.

  • Efisien

Syarat penting suatu algoritma disebut baik adalah apabila langkah-langkah yang ditulis efisien dan tidak bertele-tele.

Klasifikasi Algoritma

Algoritma diklasifikasikan dalam beberapa jenis sebagai berikut:

  • Algoritma Rekursi dan Iteratif

Algoritma jenis ini memiliki pengulangan atau looping hingga ada kondisi tertentu penyelesaian masalah dan tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Metode ini pada umumnya digunakan dalam pemrograman fungsional dengan memakai konstruksi berulang dan terkadang terdapat struktur data tambahan.

Contoh: Menara Hanoi terkenal dengan implementasi rekursifnya yang mana setiap versi rekursif memiliki kesamaan dengan versi iteratif begitupun sebaliknya.

  • Logical

Algoritma merupakan sebuah logika deduksi yang terkontrol atau bisa dikatakan bahwa algoritma merupakan gabungan dari kontrol dan logika. Aksioma diekspresikan sebagai komponen logika yang dapat digunakan dalam komputasi serta komponen kontrolnya.

Logika murni komponen kontrol dalam pemrograman adalah tetap serta algoritma yang ditentukan hanya yang memiliki komponen logika. Suatu perubahan yang terdapat dalam aksioma juga memiliki perubahan dalam algoritma sehingga pendekatan logikalnya disebut dengan istilah semantik elegan.

  • Serial, paralel, atau terdistribusi

Berikut ini perbedaan antara ketiga algoritma tersebut:

  • Algoritma serial menjalankan satu instruksi algoritma setiap waktu.
  • Algoritma paralel menggunakan arsitektur komputer di mana prosesor-prosesor di dalamnya dapat mengerjakan masalah pada waktu yang sama.
  • Algoritma terdistribusi harus menggunakan banyak mesin yang terhubung ke jaringan.
  • Deterministik atau non-deterministik

Perbedaan algoritma deterministik dan non-deterministik terletak pada bagaimana algoritma tersebut dapat menyelesaikan masalah.

  • Algoritma deterministik menyelesaikan masalah dengan keputusan tepat di setiap langkah-langkah dari suatu algoritma.
  • Algoritma non-deterministik menyelesaikan masalah melalui penerkaan yang menggunakan heuristik agar lebih akurat.
  • Tepat atau perkiraan

Selain algoritma yang bisa sampai pada solusi yang tepat, terdapat juga algoritma perkiraan yang mencari perkiraan terdekat dari solusi yang ingin dicapai. Untuk mendapatkan perkiraan tersebut bisa menggunakan strategi deterministik atau acak. Algoritma dengan hasil perkiraan terdekat biasanya memiliki nilai lebih untuk permasalahan yang rumit.

  • Algoritma quantum
Baca Juga  Cara Membuat CV Online yang Mudah dan Menarik

Istilah algoritma quantum dipakai pada algoritma yang memiliki dasar quantum atau menggunakan fitur penting dari komputasi quantum seperti superposisi quantum atau belitan quantum.

  • Jenis-Jenis Flowchart

Berdasarkan fungsinya, flowchart terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut:

  • Flowchart Sistem

Flowchart jenis ini menggambarkan alur kerja atau sesuatu yang dikerjakan pada suatu sistem secara keseluruhan dan menjelaskannya dari berbagai urutan. Flowchart ini terdiri dari data dan proses yang mengalir dari suatu sistem yang mana data tersebut kemudian dihubungkan dalam flowchart sistem.

  • Flowchart Dokumen

Bagan alir dokumen merupakan bagan alir yang menjelaskan alur dari laporan dan beberapa formulir serta tembusan-tembusannya.

  • Flowchart Skematik

Flowchart jenis ini mirip dengan bagan alir sistem karena menjelaskan berbagai prosedur yang terdapat dalam suatu sistem. Hanya saja flowchart skematik menggunakan berbagai simbol bagan alir sistem, beberapa gambar komputer dan tools lainnya. Tujuannya adalah agar lebih mudah mengkomunikasikannya kepada orang yang masih kurang paham dengan penggunaan simbol flowchart. 

  • Flowchart Program

Jenis flowchart ini menggambarkan langkah demi langkah pada proses program dengan detail dan dibuat berdasarkan derivikasi bagan alir sistem. Bagan alir program terdiri dari 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Program logic flowchart atau bagan alir logika yang digunakan untuk menggambarkan tiap langkah dalam program komputer dengan logika.
  • Detailed computer program flowchart atau bagan alir program komputer terinci.
  • Flowchart Proses

Jenis flowchart ini merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang menganalisis dan memecah setiap langkah selanjutnya pada suatu prosedur atau sistem.

Simbol-Simbol Flowchart Beserta Fungsinya

Dalam membuat algoritma atau alur, tentu harus menggunakan simbol tertentu agar mudah dipahami. Berikut ini simbol-simbol yang digunakan untuk membuat flowchart beserta fungsinya, yaitu:

  • Terminator

Simbol ini memiliki fungsi sebagai permulaan atau akhir program.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps1.png
  • Flow Line/Garis Alir

Fungsi dari flow line adalah untuk menunjukkan arah aliran program.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps2.png
  • Preparation

Simbol ini untuk menunjukkan proses inisialisasi atau pemberian harga awal.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps3.png
  • Input/Output Data

Sesuai namanya, simbol ini untuk menunjukkan proses masukan atau keluaran data, informasi, dan parameter.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps4.png
  • Proses

Simbol proses memiliki fungsi untuk proses pengolahan data atau proses perhitungan.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps5.png
  • Predefined Process/Sub Program

Simbol ini sebagai permulaan sub program atau untuk proses menjalankan sub program.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps6.png
  • Decision

Simbol decision memiliki fungsi untuk menunjukkan perbandingan pernyataan dan penyelesaian data yang memberikan pilihan untuk langkah selanjutnya.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps7.png
  • On Page Connector

Simbol on page connector digunakan sebagai penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada satu halaman.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps8.png
  • Off Page Connector

Simbol off page connector digunakan sebagai penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada halaman yang berbeda.

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps9.jpg

Contoh Algoritma dan Flowchart

Contoh algoritma dan flowchart bisa dilihat pada flowchart tentang bagaimana menghitung luas lingkaran berikut ini:

C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps21.png
Description: C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps25.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps23.png
Description: C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps25.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps28.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps27.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps26.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps29.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps24.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps30.png
C:\Users\Tibo\AppData\Local\Temp\ksohtml9120\wps31.png

Contoh algoritma dan flowchart tersebut hanyalah contoh sederhana yang menunjukkan bahwa segala bidang kehidupan manusia bisa dibuat dan diselesaikan dengan bagan flowchart agar lebih mudah dipahami.

Dalam kehidupan sehari-hari seperti prosedur dalam rumah tangga, alur instruksi pada suatu organisasi, hingga cara-cara menyelesaikan suatu perhitungan bisa dibuat menggunakan bagan atau flowchart. Dengan membuat flowchart diharapkan masalah yang akan diselesaikan bisa lebih mudah dalam menemukan solusinya.

Leave a comment