Prinsip prinsip Seni Rupa dan Contohnya

prinsip Seni Rupa – Elemen seni rupa tidak pernah terlepas dari kehidupan sehari-hari manusia dan hampir setiap saat kita menjumpai karya seni rupa yang beragam jenisnya. Keindahan visual dari seni rupa menjadi daya tarik utama karya seni jenis ini banyak diminati baik oleh seniman itu sendiri maupun para kolektor yang menjadi penggemar karya-karya seni yang hebat.

Seni rupa menjadi salah satu cabang seni yang banyak dibuat dan dimanfaatkan hingga menjadi pundi-pundi uang. Mulai dari karya seni rupa manual hingga digital seperti yang sedang booming di era sekarang. Sebagai cabang karya seni, seni rupa memiliki berbagai jenis hasil karya yang bisa dinikmati oleh khalayak.

Seni rupa juga memiliki berbagai fungsi baik untuk fungsi individu berupa kepuasan batin pembuatnya maupun fungsi sosial dan lingkungan. Karya seni rupa yang hebat tentu tidak terlepas dari prinsip-prinsip seni rupa yang sudah diterapkan sehingga menghasilkan makna dari hasil karya tersebut. Sebelum mengetahui prinsip-prinsip berikut contoh seni rupa, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu seni rupa?

Pengertian Seni Rupa dan Unsur-unsurnya

Pengertian seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang menghasilkan karya seni yang bentuk dan hasilnya dapat dirasakan oleh indera penglihatan dan peraba. Karya seni rupa dibuat agar bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum baik sekedar sebagai hiburan maupun untuk keperluan edukasi. Seni rupa terbagi menjadi dua jenis jika berdasarkan pada bentuknya, yaitu:

1. Seni 2 dimensi, merupakan karya seni yang memiliki dimensi panjang dan lebar sehingga hanya bisa dilihat dari satu sudut pandang.

Contoh seni rupa 2 dimensi: relief, desain grafis, lukisan, dan lain sebagainya.

2. Seni 3 dimensi, merupakan karya seni yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi sehingga bentuknya seperti bangun ruang yang memiliki volume.

Contoh seni rupa 3 dimensi: patung, keramik, kriya, arsitektur, dan lain sebagainya.

Agar bisa menghasilkan sebuah karya seni rupa yang dapat dilihat dan dinikmati, karya seni rupa harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

• Titik, sebagai unsur terkecil dan menjadi dasar semua ide kreatif karya seni dibuat oleh seniman.
• Garis, sebagai unsur yang menggabungkan semua titik menjadi bentuk tertentu. Garis-garis yang terbentuk tersebut membentuk karakter suatu karya seni seperti lentur, kaku, keras, dan lain sebagainya.
• Bidang, sebagai unsur yang merupakan hasil penggabungan dan pengembangan dari banyak garis yang menghasilkan beberapa sisi.
• Bentuk, sebagai unsur yang sudah terbentuk menjadi karya seni yang memiliki makna dengan berbagai detail dan sentuhan sehingga hasil karyanya dapat dinikmati publik.
• Ruang, sebagai unsur yang memiliki sifat nyata dan semu tergantung dari bentuknya apakah 2 dimensi atau 3 dimensi.
• Warna, sebagai unsur yang dapat membuat karya seni menjadi karya yang lebih indah dan memiliki makna setelah warna-warna dipadupadankan dengan apik.
• Tekstur, sebagai unsur yang merupakan keadaan, karakter, dan sifat suatu karya seni yang berupa unsur semu dan unsur nyata.
• Terang dan gelap, sebagai unsur yang membuat karya seni terlihat lebih nyata dan berhubungan dengan detail objek dari karya yang dihasilkan.

Prinsip-prinsip Seni Rupa

Belum disebut karya seni rupa jika tidak mengandung unsur dan prinsip-prinsip seni rupa sebagaimana mestinya. Agar sebuah karya dapat dinikmati oleh publik, maka harus mengandung nilai estetika (keindahan) dengan menggabungkan berbagai unsur-unsur seni rupa yang seharusnya.

Namun, nilai estetika saja tidak cukup karena sebuah karya seni rupa harus memiliki prinsip-prinsip seni rupa yang sesuai untuk mendukung segala bentuk karya seni rupa yang dihasilkan seniman. Berikut ini prinsip seni rupa yang dijadikan pedoman dalam membuat karya seni rupa, di antaranya:

1. Unity (kesatuan)

Prinsip unity merupakan wadah semua unsur-unsur seni rupa sehingga unsur-unsur seni rupa tersebut saling berhubungan dan bersatu padu sehingga tidak berdiri sendiri. Prinsip kesatuan menjadi prinsip dasar dan bahan awal komposisi sebuah karya seni yang dapat membangun komposisi karya seni yang serasi, indah, dan menarik.

2. Balance (keseimbangan)

Sebuah karya seni yang ideal harus mengadung unsur keseimbangan karena berhubungan dengan berat dan ringannya suatu karya seni. Setiap sisi dari karya seni yang dibuat diatur sedemikian rupa agar memiliki daya tarik yang sama bagi siapapun yang melihatnya.

Pengaruh prinsip keseimbangan ini berperan sangatlah besar agar suatu karya seni rupa dapat memberikan kesan dan dinikmati orang lain. Prinsip keseimbangan ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:

• Keseimbangan asimetris
• Keseimbangan simetris
• Keseimbangan diagonal
• Keseimbangan terpusat (sentral)

3. Rythme (irama)

Sama halnya seperti karya seni berupa lagu atau sajak yang memiliki irama, karya seni rupa juga memiliki prinsip yang serupa untuk menghasilkan karya seni yang indah. Pengertian irama sendiri merupakan pengulangan atas satu unsur atau lebih secara terus-menerus dan teratur hingga dapat memberikan kesan bergerak.

Pengulangan unsur tersebut akan terlihat statis jika diletakkan pada posisi yang sama dan akan terlihat harmonis jika melakukan pengulangan bentuk, warna, atau garis di berbagai sudut dan tempat.

4. Komposisi

Komposisi menjadi salah satu prinsip yang sangat penting untuk menghasilkan suatu keindahan atau estetika dari sebuah karya seni rupa. Prinsip komposisi ini berhubungan dengan penyusunan semua unsur-unsur seni rupa yang dibentuk menjadi susunan yang serasi dan teratur.

Komposisi yang sesuai dan proporsional dapat menghasilkan karya seni yang indah dan menarik karena dapat menampilkan ekspresi atau makna yang ingin disampaikan seniman.

5. Proporsi (kesebandingan)

Prinsip proporsi atau kesebandingan merupakan suatu prinsip seni rupa yang menbandingkan bagian satu dengan bagian lain dari suatu karya seni rupa yang dibuat agar terlihat estetis dan selaras.

Prinsip proporsi terdiri dari panjang-pendek, besar-kecil, luas-sempit, dan tinggi-rendah suatu unsur yang terdapat dalam karya seni rupa tersebut. Sebagai contoh ketika membuat gambar bunga atau tanaman, maka bentuk dan warna dari tanah, tanaman, dan bunganya harus dibuat sedemikian rupa agar selaras.

6. Center of Interest (pusat perhatian)

Prinsip pusat perhatian merupakan prinsip dominasi yang menampilkan bagian tertentu pada karya seni yang dibuat sehingga terlihat berbeda dibandingkan bagian lain dalam karya tersebut. Bagian yang berbeda dan menonjol tersebut bisa berupa warna, posisi, ukuran, bentuk, maupun unsur lainnya.

7. Harmoni (keselarasan)

Prinsip harmoni atau keselarasan merupakan prinsip yang menyatukan unsur dari berbagai bentuk yang berbeda dalam karya seni rupa yang dibuat. Sebuah karya seni disebut selaras apabila mengandung unsur kesamaan, kesesuaian, dan tidak bertentangan dari pengaturan pencahayaan, warna, dan bentuk. Perpaduan yang selaras menjadi tujuan dari prinsip harmoni.

8. Gradasi

Prinsip ini mengandung unsur susunan warna yang dibuat berdasarkan tingkat perpaduan berbagai warna yang digunakan untuk membuat karya seni. Gradasi ini memiliki peran untuk menghidupkan karya seni agar terlihat lebih indah.

9. Kontras (penekanan)

Kontras merupakan suatu perbedaan yang mencolok pada 2 unsur yang berlawanan baik yang terletak pada bagian warna, ukuran, maupun bentuk. Kontras membuat hasil karya seni menjadi terlihat lebih berwarna dan menarik.

Sebuah karya seni yang hebat tentu dihasilkan dari pemikiran seniman yang hebat yang menerapkan semua unsur dan prinsip dengan sebagaimana mestinya. Jika Anda ingin belajar menjadi seniman seni rupa, jangan lupa perhatikan unsur dan prinsip seni rupa tersebut di atas.

Leave a comment