Menghitung Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman yang Benar

Perbedaan Waktu Indonesia dan Jerman – Apabila kita ingin pergi ke suatu tempat, tentu kita harus memperhatikan beberapa perbedaan dengan tempat asal kita. Misalnya apabila kita ingin pergi ke Jerman, salah satu fenomena yang harus kita perhatikan adalah ketidaksamaan garis bujur dan garis lintang kedua tempat ini.

Ketidaksamaan tersebut menyebabkan beberapa perbedaan, salah satunya adalah perbedaan waktu. Mengetahui perbedaan waktu antara Indonesia dan Jerman tentu sangat penting untuk menghitung jadwal-jadwal yang harus dilakukan di sana.

Namun, rupanya untuk menghitung perbedaan waktu Indonesia dan Jerman harus memperhatikan beberapa hal. Coba simak berikut ini.

Terlebih dahulu kita harus menentukan waktu Indonesia bagian mana yang akan menjadi acuan perbedaan waktu dengan Jerman. Kita juga harus memperhatikan musim yang sedang terjadi di Jerman, karena negara tersebut menerapkan Daylight Saving Time.

Menentukan perbedaan waktu 2 daerah berbeda pertama-tama dihitung dari GMT-nya. Berdasarkan Greenwich Mean Time, Indonesia (dalam hal ini Waktu Indonesia Barat) memiliki keterangan GMT + 7. Sementara itu, Jerman memiliki keterangan GMT + 1.

Cara GMT + 1 dan GMT + 7 terdapat selisih 5, oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa perbedaan waktu antara Indonesia dan Jerman adalah sebanyak 5 jam. Jerman memiliki waktu 5 jam lebih lambat dibanding Indonesia. Artinya, ketika di Jerman masih pukul 09.00 pagi, maka di Jakarta sudah pukul 03.00 sore.

Kita harus cermat dalam menghitung perbedaan waktu Indonesia dan Jerman ini. Harus dipahami bahwa selisih antara GMT + 1 dan GMT + 7 adalah sebanyak 5 bukan 6, yang selisih antara pukul 09.00 pagi dan pukul 03.00 sore adalah sebanyak 5 jam bukan 6 jam.

Perhitungan perbedaan waktu Indonesia dan Jerman yang berbeda 5 jam rupanya hanya berlaku apabila di negara Jerman sedang mengalami musim dingin. Sementara itu, apabila di Jerman mengalami musim panas, maka selisih waktu yang ada adalah sebanyak 6 jam.

Hal itu karena Jerman memberlakukan periodisasi Central European summer time dan menerapkan Daylight Saving Time.

Pola tersebut tidak menambah jam dalam satu hari, alias masih 24 jam secara normal. Namun, mereka akan mempercepat waktu 1 jam untuk memulai aktivitas. Hal itu karena ketika musim panas tiba, siang di Jerman bisa tahan hingga 18 jam dan hari terang lebih awal.

Artinya, walaupun catatan Jerman masih GMT + 1, namun selisih waktu terhadap Indonesia menjadi 6 jam. Dengan kata lain, apabila di Jakarta sudah pukul 03.00 sore, maka di Jerman sedang pukul 08.00 pagi.

Itulah singkat mengenai perbedaan waktu Indonesia dan Jerman. Memperoleh informasi lebih banyak mengenai keunikan Jerman dan dunia pendidikannya, kamu bisa mengunjungi website virtueducation.org

Leave a comment