Pengertian TOEFL dan Tips Mempersiapkan Ujian TOEFL

Pengertian TOEFL – Istilah TOEFL tentu sudah tidak asing lagi khususnya bagi para pelajar yang ingin mendaftar kuliah ke luar negeri. Karena sertifikat TOEFL pada umumnya menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk ke universitas-universitas di Amerika, Eropa, Australia, dan negara-negara lainnya. Baik diperuntukkan bagi program undergraduate (S1) atau graduate (S2 dan S3). Apa sih pengertian TOEFL dan kegunaannya? Yuk kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language yang dibuat oleh Educational Testing Service untuk menguji kemampuan bahasa Inggris para pesertanya. Tes TOEFL mengharuskan setiap pesertanya untuk mengerjakan semua soal yang diujikan dalam berbagai format dan jenis.

Sehingga sangat penting untuk melakukan persiapan dengan matang agar hasil ujian TOEFL bisa sesuai dengan target yang diharapkan. Selain sebagai persyaratan masuk ke universitas luar negeri, sertifikat TOEFL juga memiliki fungsi lain yang bisa dimanfaatkan oleh pelajar maupun masyarakat umum.

Fungsi Sertifikat TOEFL

Setelah mengetahui pengertian TOEFL, mari kita membahas fungsi dan kegunaan sertifikat TOEFL. Tes yang pertama kali ditemukan pada tahun 1963 ini awalnya diperuntukkan untuk masyarakat sekitar New Jersey dan semakin berkembang hingga menjadi standar internasional. Akan banyak keuntungan yang didapatkan jika memiliki sertifikat TOEFL, di antaranya:

– Sebagai syarat masuk program sarjana dan master perkuliahan di luar negeri
– Untuk mendaftar program short-course maupun non-degree di luar negeri
– Untuk mendaftar program kolaborasi internasional seperti pertukaran pelajar yang mengharuskan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar
– Sebagai syarat untuk mendapatkan program beasiswa seperti beasiswa LPDP
– Alat monitor dan tolak ukur perkembangan kemampuan bahasa Inggris
– Untuk melamar kerja dan promosi kenaikan jabatan

Format Tes TOEFL

Pada dasarnya tes TOEFL adalah sarana untuk menguji kemampuan menulis, membaca, dan tata bahasa Inggris para peserta yang mengikuti ujian. Sehingga setiap peserta memiliki tolak ukur atau standar yang harus dicapai untuk mengukur kemampuannya baik dari semua segi yang dibutuhkan dalam berbahasa Inggris.

Tes ini lebih berorientasi pada bahasa Inggris Amerika dan bukan British Language sehingga sangat penting untuk mengetahui perbedaan di antara kedua jenis bahasa Inggris tersebut.

Untuk menyelesaikan semua soal ujian TOEFL, setiap peserta diberi waktu sekitar 3 jam untuk menyelesaikan 4 bagian sebagai berikut:

– Listening comprehension
– Grammar structure and written expression
– Writing
– Reading comprehension

Semua soal dibuat dalam sistem iBT (Internet Based Test) sehingga setiap peserta mengerjakan soal dengan akses internet dan komputer. Namun, bagi tempat ujian yang belum memiliki fasilitas komputer dan internet tetap bisa melaksanakan ujian dengan sistem PBT (Paper Based Test).

Selain itu, baru-baru ini peyelenggara tes TOEFL menyelenggarakan jenis tes baru berupa Test of Written English (TWE). Setiap peserta ujian akan diminta membuat karangan untuk menguji kemampuan peserta menuangkan gagasan dalam bahasa Inggris.

Tips Mempersiapkan Tes TOEFL

Mendapatkan nilai skor tinggi tentu menjadi impian setiap peserta tes TOEFL. Terdapat beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk menghadapi tes TOEFL, di antaranya:

– Pelajari pengetahuan tentang bahasa Inggris mulai dari vocabulary, grammar, dan kemampuan listening.
– Ikuti program kursus khusus menghadapi persiapan tes TOEFL di lembaga-lembaga yang kredibel.
– Perbanyak menyelami bahasa Inggris dengan menonton film, membaca buku, maupun menulis dalam bahasa Inggris.
– Atur manajemen waktu belajar dengan baik untuk berlatih dan menyelesaikan tugas-tugas atau latihan soal dalam materi TOEFL.
– Usahakan untuk fokus dan konsentrasi secara penuh karena terdapat banyak soal yang mengecoh dan harus dikerjakan dalam waktu yang singkat. Pahami soal dengan cermat dan manfaatkan waktu mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya.
– Perdalam pengetahuan tentang sejarah Amerika serikat dan lingkungan di Amerika karena pada dasarnya tes ini diperuntukkan untuk American English.
– Pahami dengan baik prosedur pelaksanaan tes untuk masing-masing section.
– Minta bimbingan kepada teman, guru, maupun native speakers.
– Istirahat yang cukup dan jangan forsir untuk belajar materi TOEFL dalam waktu semalam.
– Manfaatkan media belajar baik secara offline maupun online yang bisa dengan mudah ditemukan dan diunduh di internet.

Dengan memiliki pengertian TOEFL dan pemahaman yang cukup baik terkait materi, serta tips mengerjakan soal TOEFL maka diharapkan setiap peserta ujian tidak akan kesulitan lagi dalam mengerjakan setiap soal yang diberikan dalam tes.

Leave a comment