Cara Mudah Belajar Bahasa Jerman yang Mudah dan Cepat

Cara Mudah Belajar Bahasa Jerman

Menguasai banyak bahasa asing selain bahasa Inggris tentu akan memberikan banyak keuntungan dalam berbagai hal. Mulai dari kesempatan yang terbuka lebar untuk membangun karir dan menempuh pendidikan di luar negeri, memperluas jaringan bisnis, menjalin kerjasama politik dan sosial antar negara, maupun untuk sekedar berlibur dan berwisata ke negara lain.

Salah satu bahasa asing yang cukup populer dan banyak dipelajari adalah bahasa Jerman. Bahasa Jerman sangat menarik untuk dipelajari karena memiliki ciri khas berupa huruf tambahan umlaut yang memiliki ciri khas simbol di atas huruf vokal abjad biasa. Untuk bisa mahir menguasai bahasa Jerman, penting untuk mengikuti cara mudah belajar bahasa Jerman berikut ini.

Dapatkan beasiswa gratis kuliah ke Jerman dengan isi form berikut ini. Gratis !!!

*Salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Motivasi Belajar Bahasa Jerman

Sebelum memulai langkah-langkah cara belajar bahasa Jerman dengan mudah dan cepat, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu apa motivasi kamu untuk belajar bahasa ini. Dengan adanya motivasi yang kuat, kamu pun akan semakin semangat dan tekun dalam mempelajarinya. Sehingga cara mudah belajar bahasa Jerman pun bisa kamu praktekkan dengan efektif.

Beberapa poin berikut bisa kamu pertimbangkan untuk meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Jerman, di antaranya:

  • Membuka kesempatan untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Jerman

Jerman merupakan salah satu negara maju di Eropa yang banyak memberikan kesempatan bagi pelajar di luar negaranya untuk mendapatkan beasiswa di Jerman. Tak heran jika negara ini menjadi salah satu negara impian para pelajar di Indonesia maupun di negara lainnya untuk melanjutkan pendidikan tingkat lanjut. 

Jika kamu memiliki keahlian berbahasa Jerman, maka semakin besar peluang untuk bisa lolos mendapatkan beasiswa kuliah di negara ini. Hal ini dikarenakan penguasaan bahasa asing Inggris dan Jerman menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi ketika mendaftar kuliah di universitas di Jerman. 

  • Merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di negara Uni Eropa

Tidak hanya negara Jerman yang menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, beberapa negara seperti Austria, Luxemburg, Swiss, dan Liechtensein juga menggunakan bahasa ini. 

Sehingga bahasa Jerman kerap dijuluki sebagai bahasa ibu bagi 100 juta orang dan menjadi urutan pertaman di antara bahasa paling umum yang dipakai di dunia dengan total penggunaan mencapai 2.1% populasi di dunia. 

  • Mempelajari budaya Jerman dengan lebih mudah

Mengingat banyak negara di Uni Eropa yang menggunakan bahasa Jerman sebagai media komunikasi, maka kesempatan kamu untuk menjelajah Eropa dan menikmati semua pariwisata yang ada di negara-negara tersebut tentu lebih mudah. Apalagi terdapat program yang cukup menarik yang bisa kamu ikuti seperti Au pair atau FSJ. 

Kedua program ini memberi kesempatan kepada siapa saja selama memenuhi syarat untuk belajar kebudayaan di Jerman dengan tinggal di rumah keluarga asuh di Jerman (Au pair) atau tinggal di asrama yang disediakan (FSJ). Dengan penguasaan bahasa Jerman yang bagus, maka tidak akan sulit untuk kamu beradaptasi tinggal dengan penduduk asli Jerman. 

  • Bahasa yang sering digunakan di bidang teknologi dan ilmiah

Jerman merupakan salah satu negara yang banyak melahirkan ilmuwan dan orang-orang hebat yang disiplin ilmunya masih diterapkan hingga sekarang. Sebut saja Albert Einstein dan B.J.Habibie yang merupakan salah satu lulusan Jerman yang fokus pada bidang teknik penerbangan. 

Sebagai negara yang melahirkan banyak ilmuwan, teori-teori yang dihasilkan tentunya banyak menggunakan bahasa Jerman sebelum akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maupun bahasa nasional lainnya. Bahkan bidang penelitian dan pengetahuan di Jerman masih menempati kedudukan kuat di dunia. 

  • Memudahkan saat traveling ke Eropa

Saat liburan atau traveling ke luar negeri, bahasa Inggris menjadi bahasa asing yang wajib kamu kuasai. Karena jika tidak menguasai bahasa ini, maka kamu akan kesulitan saat berada di negara lain baik saat berkomunikasi dengan penduduk sekitar, mengurus dokumen perjalanan di bandara, maupun membaca papan-papan petunjuk yang terdapat di fasilitas umum. 

Dengan mempelajari dan menguasai bahasa nasional yang akan kamu kunjungi seperti bahasa Jerman misalnya, kamu pun tidak akan kesulitan untuk membangun komunikasi dengan penduduk yang tinggal di Jerman. 

Tips dan Cara Belajar Bahasa Jerman dengan Cepat dan Mudah

Belajar merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan agar bisa menguasai bahasa Jerman dengan lancar. Cara belajar bahasa Jerman dengan mudah berikut ini bisa kamu coba untuk dipraktekkan dalam proses mempelajari bahasa asing ini, diantaranya:

  • Mempelajari pelafalan (aussprache/pronounciation)

Setiap bahasa memiliki ciri khas pelafalan dan aksen yang berbeda-beda, termasuk bahasa Jerman. Selain memiliki huruf abjad yang sama seperti dalam huruf abjad bahasa Indonesia, bahasa Jerman juga memiliki huruf tambahan yang disebut umlaut dan diftong. 

Pelafalan merupakan salah satu bagian penting dalam mempelajari bahasa Jerman, karena pelafalan yang benar akan memudahkan untuk mengerti saat mendengar perbincangan dalam bahasa Jerman dan membuat kamu lebih fasih saat berbicara menggunakan bahasa ini dengan pelafalan yang benar. 

Berikut ini tabel pelafalan huruf-huruf dalam bahasa Jerman, yaitu:

a (a) b (be) c (ce) d (de)
e (e) f (ef) g (ge) h (ha)
i (i) j (yot) k (ka) l (el)
m (em) n (en) o (o) p (pe)
q (ku) r (er) s (es) t (te)
u (u) v (fau) w (ve) x (eks)
y (uepsilon) z (tset) ä (e) à seperti pelafalan kata “es” dan “sepakbola” ö (e) à seperti pengucapan kata “word = werd” dalam bahasa Inggris
ü (yu) à seperti pengucapan kata “uber” yang dibaca yube Au (ow) Ai (aye) Eu (oy)
Äu (oy) Ie (ee) Ei (ai) Sch (sh) à dibaca sedikit mendesis
Ch (sh/kh) à seperti mendesis atau suara orang yang hendak meludah Chs (x) ß (ss) St (sht) à berhembus udara setelah huruf s
Sp (shp) à berhembus udara setelah huruf s Pf (pfh) à berhembus udara setelah huruf f) Ph (ef) Th (ch) à berhembus udara
  • Menghafal kosakata dan gramatik dalam bahasa Jerman

Kosakata merupakan komponen penting yang harus digunakan untuk menyusun kalimat yang nantinya akan menjadi tahap awal terbentuknya paragraf teks maupun dialog percakapan. Cara mudah belajar bahasa Jerman selanjutnya yaitu buat target dan catatan kecil kosakata apa saja yang harus kamu hafalkan setiap harinya berikut dengan pelafalan yang benar dan tepat. 

Mulailah dengan kosakata sederhana seperti angka, kata ganti orang, anggota keluarga, warna, alat-alat tulis, peralatan dapur, benda-benda di dalam rumah dan sekolah, hingga kata kerja yang sering digunakan untuk komunikasi sehari-hari. 

Tunjuk benda-benda tersebut sambil menyebutkannya dalam bahasa Jerman dan ulang secara terus-menerus sampai kamu hafal. Setelah penguasaan kosakata sudah bagus, langkah selanjutnya adalah mempelajari gramatik atau tata bahasa dalam bahasa Jerman. 

Dalam menerjamahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman tidak bisa dilakukan dengan menerjemahkan 1 kata banding 1 kata. Karena hal tersebut dapat menghasilkan terjemahan yang kurang tepat dari segi tata bahasa. 

Sehingga untuk bagian gramatik ini penting untuk mempelajarinya baik secara otodidak melalui kursus online maupun mengikuti program kursus offline dengan didampingin instruktur secara langsung. 

  • Banyak mendengar, menulis, dan membaca literasi berbahasa Jerman

Untuk meningkatkan kelancaran berbahasa Jerman, kamu perlu untuk sering-sering mendengar, menulis, dan membaca literasi yang berbahasa Jerman. Baik melalui film-film yang di-dubbing ke dalam bahasa Jerman, membaca artikel maupun buku berbahasa Jerman, maupun mencoba menulis kalimat dalam bahasa Jerman. 

Buat target setiap harinya buku atau film apa saja yang akan kamu dengar dan tonton sehingga kamu bisa membuat catatan kecil dari hasil belajar menggunakan media tersebut. Dari proses inilah kemampuan bahasa Jerman kamu bisa semakin meningkat.

  • Berlatih berbicara menggunakan bahasa Jerman

Salah satu tujuan utama belajar bahasa asing seperti bahasa Jerman adalah diharapkan nantinya kamu dapat berkomunikasi dengan lancar menggunakan bahasa ini. Sehingga aspek yang tidak kalah penting untuk diasah adalah kemampuan berbicara menggunakan bahasa Jerman. 

Kamu bisa memulainya dengan membuat dialog percakapan terlebih dahulu untuk dihafalkan kemudian minta teman kamu untuk menjadi lawan bicara dalam komunikasi tersebut. Selain itu, coba lakukan pidato atau presentasi dengan menggunakan bahasa Jerman. 

Practice makes perfect adalah peribahasa yang tepat untuk mendukung cara mudah belajar bahasa Jerman tersebut. Tanpa ketekunan dan latihan secara terus-menerus maka akan sulit untuk nantinya kamu bisa fasih dalam berbahasa Jerman. 

Ketahui Selak Beluk Kehidupan di Jerman

Ketahui Selak Beluk Kehidupan di Jerman

Kehidupan di jerman bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Jerman, tentu harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana kehidupan di Jerman berlangsung. Selain tentu saja konversi uang dari Rupiah ke Euro yang cukup tinggi, ada beberapa cara kehidupan di Jerman yang harus disadari.

Mau beasiswa kuliah gratis di Jerman ? Isi form berikut ini: 

*Salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Hal yang perlu diperhatikan selama di Jerman

Penggunaan Bahasa Jerman

Kemampuan bahasa Inggris mungkin cukup untuk mengikuti pendidikan di Jerman kelas internasional, tetapi tidak akan cukup untuk kehidupan sehari-hari di sana. Kebanyakan masyarakat Jerman akan menggunakan bahasa Jerman dengan anggapan “karena mereka ada di Jerman”.

Sangat Disiplin Aturan

Salah satu kebiasaan kehidupan di Jerman yang berbeda dengan Indonesia adalah ketertiban masyarakatnya pada aturan. Orang-orang di sana tidak akan menyebrang jalan meskipun tidak terlihat ada mobil, selama lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau untuk mobil.

Orang-orang di sana juga terbiasa menegur anak-anak yang berperilaku kurang sopan menggunakan fasilitas umum, meskipun ada orang tuanya di sebelah. Jadi, jangan sembarangan menggunakan fasilitas umum jika tidak ingin dihina.

Hak Pekerja yang Terpenuhi

Mahasiswa di Jerman merasa nyaman karena dapat menggunakan identitasnya untuk meminta potongan harga barang. Sementara itu, para pekerja memiliki hak-hak yang terpenuhi. Pekerja di sana terjamin tidak akan dieksploitasi. Ada banyak organisasi yang melindungi hak-hak pekerja di Jerman.

Pelayanan Kurang Memuaskan Untuk Pelanggan

Kebanyakan orang akan lebih nyaman tinggal di Indonesia adalah karena kebiasaan sopan santunnya. Di Jerman, kita atau pelanggan tidak akan dianggap sebagai raja. Di restoran atau toko, pelanggan tidak akan mendapatkan keramahan atau pelayanan yang sebaik ada di negara lain

Bagi para mahasiswa yang baru sampai di Jerman dan ingin menginap, umumnya tidak akan mendapatkan fasilitas perabot apartemen. Barang-barang seperti lemari, tempat tidur rumah, atau bahkan lampu sekalip un tidak ada di apartemen yang kita sewa.

Oleh karena itu, mencari furniture bekas penting ketika baru sampai di Jerman. Meskipun begitu, hal ini bisa dibicarakan dengan pengelola tempat tinggal.

Pemanfaatan Transportasi Umum

Bagian dari kehidupan di Jerman yang paling terpuji adalah bagian transportasi umumnya yang memuaskan. Kereta datang tidak pernah terlambat, mobil-mobil umum terlihat bersih, dan fasilitas jalan tidak terganggu.

Namun, orang-orang di Jerman akan lebih suka menggunakan sepeda untuk transportasi. Mereka juga banyak yang memilih untuk berjalan kaki. Kehidupan di Jerman seperti inilah yang membuat sepeda sama bergengsinya seperti mobil di Indonesia.

Tempat Yang Bersih

Meskipun masyarakatnya telah bergelut dengan modernitas, tetapi Jerman adalah tempat yang bersih. Ada banyak tempat sampah yang memisah jenis-jenis sampah sehingga dapat didaur ulang. Orang-orang di sana juga sangat peduli lingkungan, sehingga alamnya diandalkan oleh Eropa.

Uniknya, jika mereka menemukan suatu barang yang dianggap berharga dan dianggap terjatuh dari saku seseorang, mereka tidak akan membuangnya melainkan menggantungkannya di tempat sekitar. Dengan begitu, seseorang yang merasa kehilangan akan mudah menemukannya kembali.

Hari Minggu adalah Hari Tenang

Pada dasarnya, masyarakat Jerman menyukai kehidupan yang tenang. Mereka tidak terbiasa membuat keberisikan, kecuali di klub atau diskotik. Mereka akan berkumpul hanya jika ada timnas sepak bola mereka bermain (ini pasti).

Namun, kehidupan di Jerman akan lebih tenang lagi apabila sudah tiba hari Minggu. Hal itu karena kebiasaan masyarakat di Jerman yang menggunakan hari Minggu sebagai hari istirahat. Toko-toko dan unit kerja akan ditutup.

Para pemilik toko dan usaha akan bersepeda atau berjalan-jalan di taman terdekat. Meskipun begitu, orang-orang tersebut tidak akan bepergian jauh untuk berlibur. Padahal, Jerman adalah negara yang memiliki akses mudah untuk bepergian bahkan ke luar negeri di wiayah Eropa.

Sistem Pendidikan yang Berkualitas

Kita akan sulit menemukan institusi pendidikan swasta di Jerman, meskipun ada. Umumnya pendidikan di sana merupakan pengelolaan oleh negara dan gratis hingga jenjang bachelor atau S1.

Oleh sebab itu, banyak mahasiswa internasional yang menuju ke Jerman karena juga berlaku untuk mereka. Dari 16 negara bagian, hanya Baden-Wurttenberg yang menerapkan biaya kuliah untuk mahasiswa dari negara lain.

Lingkungan Pertemanan yang Ketat

Salah satu tantangan terberat dari kehidupan di Jerman adalah kebiasaan masyarakatnya yang individual. Mereka jarang memiliki teman, bahkan untuk jejaring sosial seperti facebook. Oleh sebab itu, kebanyakan mahasiswa akan mengikuti komunitas tertentu supaya mendapatkan teman Jerman.

Meskipun Jerman adalah salah satu negara dengan imigran paling banyak di dunia, tetapi beberapa masyarakatnya (terutama di Jerman bagian timur) sedikit tertutup.

Orang-orang Jerman juga terbiasa untuk berbicara berterus terang. Jika mereka bertemu dengan orang asing dan ingin bertanya, maka mereka langsung menyebutkan pertanyaannya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

Kuliner yang Nikmat

Banyak warga asing yang menyukai kehidupan di Jerman adalah karena tersedia makanan makanan yang enak. Di Jerman terdapat banyak makanan berbahan daging hingga makanan penutup yang manis.

Kebanyakan makanan itu akan disajikan dengan roti sebagai karbohidrat. Kita juga akan menemui makanan berbahan sosis, karena Jerman juga memiliki banyak sekali jenis sosis lokal.

Bagi seseorang yang menyukai minuman beralkohol, Jerman juga merupakan tempat yang paling baik karena memiliki banyak sekali jenis bir. Bahkan, masyarakat di Bavaria terbiasa menggunakan bir sebagai salah satu menu sarapan.

Itulah tadi beberapa gambaran menarik kehidupan di Jerman yang secara umum dapat kamu rasakan. Keuntungan tinggal di Jerman adalah suasana tinggal di Jerman yang sangat aman sehingga cocok untuk orang-orang yang pergi sendirian.

Kuliah Gratis di Luar Negeri

Mau Kuliah Gratis? Siapkan Syarat Beasiswa S2 Luar Negeri Ini

Mengenyam pendidikan kuliah gratis ke luar negeri tentu menjadi impian banyak pelajar di Indonesia. Terlebih lagi kualitas pendidikan yang dinilai lebih baik dan pengalaman berharga selama di luar negeri menjadi alasan mengapa banyak pelajar bercita-cita ingin kuliah gratis ke luar negeri.

Untuk bisa kuliah gratis ke negara lain memang membutuhkan biaya yang mahal karena selain harus membayar biaya pendidikan, Anda juga harus menyiapkan dana untuk biaya transportasi, akomodasi, dan biaya hidup selama di sana.

Namun, jika Anda bisa mendapatkan pendidikan gratis atau beasiswa untuk kuliah gratis di luar negeri, maka Anda tak perlu khawatir masalah biaya kuliah gratis tersebut. Dengan mendapatkan beasiswa kuliah gratis di luar negeri, tentu akan sangat meringankan biaya yang harus Anda keluarkan.

Ada banyak kesempatan untuk mendapatkan beasiswa selama Anda berusaha dan memiliki prestasi. Siapkan syarat beasiswa S2 luar negeri sesuai dengan apa yang diminta oleh pihak kampus impian Anda.

Syarat Syarat Beasiswa S2 Luar Negeri yang Perlu Dipersiapkan

Beasiswa S2 di luar negeri merupakan salah satu program beasiswa yang banyak diminati dan paling banyak ditawarkan oleh para lembaga penyedia beasiswa baik lembaga pemerintah maupun swasta.
Jika Anda ingin berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, maka ada beberapa syarat beasiswa S2 luar negeri yang harus dipenuhi seperti berikut ini:

1. Nilai IELTS/TOEFL yang bagus dan memenuhi standar

Sertifikat TOEFL (Test of English as Foreign Language) dan IELTS (International Language Testing System) dengan nilai yang bagus merupakan salah satu syarat yang hampir seluruh program beasiswa wajibkan. Tes ini dilakukan untuk menguji kemampuan bahasa Inggris para calon penerima beasiswa.

Banner-Kursus-IELTS

Banner-Kursus-IELTS

Tak bisa dipungkiri bahwa bahaa Inggris merupakan bahasa internasional pertama yang banyak digunakan sebagai bahasa komunikasi di banyak negara. Sehingga kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar sangatlah penting untuk menunjang proses pembelajaran selama di sana.

Selain untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari baik dengan teman, dosen, maupun penduduk sekitar, bahasa pengantar dan materi pembelajaran untuk kuliah gratis pun harus menggunakan bahasa Inggris.
Untuk mendapatkan nilai bagus yang memenuhi standar minimal skor yang diwajibkan masing-masing universitas, Anda bisa mengikuti kursus untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Biasanya, standar minimal skor untuk TOEFL adalah 550 dan IELTS adalah 6.0.

2. Pengalaman Kerja

Selain untuk mengejar gelar master setelah lulus pendidikan S1, beberapa program beasiswa S2 di luar negeri juga ditujukan untuk program peningkatan kualitas karyawan maupun dukungan terhadap suatu penelitian. Sehingga beberapa program beasiswa S2 mengharuskan syarat harus memiliki pengalaman kerja di bidang tertentu selama beberapa tahun.

Pengalaman kerja yang Anda miliki akan sangat membantu Anda dan memudahkan proses mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri. Dengan pengalaman yang cukup mumpuni di bidang yang Anda tekuni, yakinkan interviewer bahwa Anda sangat layak mendapatkan beasiswa tersebut pada saat wawancara.

3. Pengalaman organisasi

Pengalaman mengikuti berbagai organisasi selama masa sekolah baik sebelum maupun saat kuliah gratis akan sangat bermanfaat dan bisa menjadi bagian dari portofolio saat Anda mengajukan beasiswa kuliah S2 di luar negeri. Perbanyak pengalaman organisasi sesuai dengan minat dan bakat Anda, agar semakin kaya pengalaman dan ilmu yang Anda dapatkan.

Selain sebagai modal untuk meyakinkan interviewer, bekal pengalaman organisasi juga akan sangat berguna saat nanti berorganisasi di luar negeri. Pengalaman organisasi juga akan menjadi nilai tambah yang bisa menjadi bahan pertimbangan pihak penyeleksi.

4. Karya dan prestasi

Bagi Anda pelajar yang berprestasi dan banyak karya maka jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri. Deretan prestasi yang pernah Anda dapatkan dan karya-karya yang pernah Anda hasilkan bisa menjadi nilai tambah.

Universitas yang berkualitas akan mencari para pemburu beasiswa yang berkualitas pula yang dilihat dari prestasi dan karya yang dihasilkan baik berupa buku, jurnal penelitian, maupun hasil dari suatu kompetisi.

5. Buat Rencana penelitian

Beasiswa yang diberikan oleh pihak penyedia program tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Anda mengembangkan rencana penelitian yang telah dibuat. Rencana penelitian juga bisa menjadi portofolio untuk mendapatkan nilai tambah sebagai salah satu syarat beasiswa S2 luar negeri.

Penelitian yang sungguh-sungguh dan bisa berdampak luas untuk masyarakat dan lingkungan tentu akan menarik pihak kampus maupun penyedia program beasiswa untuk memberikan Anda beasiswa.

Langkah-langkah Mendapatkan Beasiswa S2 di Luar Negeri

Setelah mengetahui dan memenuhi persyaratan umum untuk kuliah di luar negeri, langkah selanjutnya adalah mulai melakukan pendaftaran. Berikut ini step by step untuk melakukan pendaftaran beasiswa S2 luar negeri, di antaranya:

1. Tentukan pilihan universitas dan peminatan

Saat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tentu Anda sudah memiliki incaran tempat kuliah dan jurusan yang diminati. Hal tersebut menjadi langkah awal Anda untuk menentukan cita-cita dan karir secara personal.

Sebagai contoh jika Anda ingin fokus di bidang kewirausahaan maka ambil program MBA dan pilih universitas yang memiliki kredibilitas tinggi pada jurusan itu. Anda bisa mulai dengan mencari informasi tentang universitas yang akan dipilih, kurikulum, tim pengajar, jaringan alumni, prospek kerja, klaster riset, hingga dosen pembimbing potensial.

Jika Anda ingin melanjutkan program S2, maka informasi yang harus Anda cari adalah program S2 apa saja yang tersedia di universitas yang dipilih atau universitas mana saja yang menyediakan program S2 yang Anda inginkan.

2. Cek persyaratan program

Ada banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta yang memberikan kesempatan berupa beasiswa untuk kuliah di luar negeri, salah satunya adalah LPDP. Sebelum melakukan pendaftaran, cari tahu terlebih dahulu informasi mengenai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa yang Anda inginkan.

Berikut ini contoh syarat beasiswa S2 LPDP luar negeri yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Memenuhi ketentuan batas usia maksimal 35 tahun untuk program magister
  • Menandatangani surat pernyataan yang diwajibkan LPDP
  • Memiliki IPK minimal 3.00 untuk program magister
  • Memiliki sertifikat resmi IELTS dan TOEFL yang masih berlaku
  • Wajib menyelesaikan masa studi dalam waktu 24 bulan untuk program magister

3. Buat surat rekomendasi dari dosen/atasan

Surat rekomendasi ini sangat diperlukan sebagai bukti bahwa calon penerima beasiswa merupakan pelajar yang berprestasi dan berkualitas. Anda bisa meminta surat rekomendasi dari dosen maupun atasan bagi yang sudah bekerja.

Sejarah Bahasa Jerman

Sejarah Bahasa Jerman dan Variasi Perkembangannya

Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia setelah bahasa Inggris. Bahasa Jerman telah digunakan oleh hampir 100 juta orang di dunia yang menjadikan bahasa ini sebagai bahasa Ibu mereka. Secara resmi bahasa Jerman digunakan oleh tiga negara yaitu, Jerman, Austria dan Liechtenstein. Selain itu, bahasa Jerman juga digunakan sebagai bahasa kedua di negara  Swiss, Luksemburg, Belgia dan negara Uni Eropa lainnya.

Banyak orang Amerika beranggapan bahwa sangat disarankan untuk mempelajari bahasa Jerman. Mengapa demikian? Sebab, bahasa Jerman seringkali digunakan untuk publikasi dan penelitian scientific. Itu sebabnya, dalam mempelajari bahasa Jerman kalian akan mendapatkan banyak manfaatnya. Lalu bagaimana sejarah bahasa Jerman hingga menjadi bahasa yang harus dipelajari? Yuk simak informasi sejarah bahasa Jerman berikut ini.

Baca Juga :   Rekomendasi Tempat Kursus Bahasa Jerman

Asal Mula Bahasa Jerman

Di kawasan Eropa, terdapat bahasa Germanik Barat yang seringkali dipakai sebagai bahasa pengantar utama di Denmark, Afrika, Frisian, Inggris hingga Yiddish, bahasa Jerman termasuk ke dalam anggota bahasa tersebut. Hingga ke abad-20 bahasa ini dijadikan sebagai salah satu bahasa yang banyak dituturkan di Eropa sebagai bahasa pengantar antar bangsa.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya banyak bukti yang menyatakan bahwa Bahasa Jerman berasal dari anggota Germanik. Bukti tersebut berupa prasasti yang menjelaskan tentang proto Jerman terpecah menjadi dialek Barat, Timur dan Utara. Namun, dialek yang masih erat kaitannya dengan bahasa Jerman pada abad ke 8 Masehi adalah dialek Jermanik Barat.

Sejak saat  itulah, sejarah bahasa Jerman menjadi terbagi-bagi karena mengalami pemisahan keluarga bahasa Jerman atau yang dikenal dengan Pergeseran Konsonan Jerman Tinggi . Akibatnya menimbulkan dua kelompok dialek bahasa yakni Bahasa Jerman Tinggi (Hochdeutsch) yang berkembang di Selatan dan Bahasa Jerman Rendah (Plattdeutsch) yang berkembang di Utara. Itulah sebabnya, pemisahan keluarga bahasa jerman telah melahirkan bahasa Jerman modern yang sekarang ini kita kenal dan pelajari.

Perkembangan Variasi Bahasa Jerman

Dalam sejarah bahasa Jerman disebutkan bahwa bahasa Jerman bukanlah bahasa yang tunggal, sebab didalamnya terdapat banyak variasi. Adapun variasi bahasa Jerman dapat terlihat dari dialek tempatan (lokal, berdasarkan geografi penuturnya), dialek temporal (dikenal paling tidak tiga versi dialek temporal), hingga dialek sosial (berdasarkan kelompok sosial penuturnya).

Untuk lebih jelasnya, berikut ini sejarah bahasa Jerman berdasarkan perkembangan variasi bahasa dari masa ke masa.

  1. Bahasa Jerman di Abad ke 1 – Abad ke 5

Sejarah bahasa Jerman dimulai sejak adanya mutasi dua konsonan pada bahasa Jerman. Mutasi terjadi pertama kali pada abad ke-1 ketika menurut ahli bahasa mengatakan bahasa Indo-Eropa diucapkan dengan bahasa Proto-Jermanik dan Armenia pada daerah tersebut.

Akibatnya banyak orang yang mulai menggunakan bahasa Jerman dengan mengucapkan konsonan tertentu dengan cara yang berbeda. Selain itu, pada abad ke 4 terdapat campur tangan kerajaan Romawi, akibatnya kristiani lebih menguasai wilayah Jerman. Bahasa Jerman pun disebarkan oleh biarawan dan biarawati melalui Injil.

  1. Bahasa Jerman Kuno Tinggi (Althochdeutsch)

Lalu, sejarah bahasa Jerman tidak berhenti disitu saja. Mutasi konsonan pun terjadi untuk kedua kalinya pada abad ke-4 dan ke-8. Namun, mutasi kali ini menyebabkan konsonan fonetik mengalami pergeseran secara menyeluruh pada kosakata bahasa Jerman Kuno. Yang kemudian oleh ahli sejarah bahasa Jerman dikenal sebagai Hukum Grimm.

  1. Bahasa Jerman Menengah Atas (Mittelhochdeutsch)

Pada abad pertengahan, tepatnya selama abad ke-10, terjadi penurunan produksi teks-teks dalam bahasa Jerman. Kemudian muncul kembali pada tahun 1050. Bahasa Jerman pada saat itu terdiri dari beberapa dialek Swabia dan Franconia Timur.

Sebenarnya, pada abad ini telah terjadi kesenjangan yang besar pada Bahasa Jerman Kuno dan Bahasa Jerman Tengah dan Tengah mengingat bahasa Latin adalah bahasa penulisan pada abad ke-10 dan ke-11. Pada abad ini, terdapat perubahan vokal suku kata yang diperkecil dan sintaksis yang lebih analitik. Misalnya saja pada vokal panjang, seperti iß uß ui [y:] dan diftong yaitu ou üe.

Selain itu, penyebaran bahasa Jerman seringkali digunakan melalui mitos dan legenda dari masa lalu Jerman yang ditulis dalam bentuk puisi. Dalam penulisannya pun banyak yang menggunakan dialek lokal masing-masing.

  1. Bahasa Jerman Rendah

Bahasa Jerman rendah sering dijadikan sebagai bahasa kelas pekerja yang digunakan oleh orang-orang di utara negara Jerman. Itu sebabnya, bahasa Jerman Rendah dikatakan sebagai daftar yang lebih rendah. Dialek yang terdapat dalam bahasa Jerman rendah diantaranya mencakup dialek Low Franconian dari Belanda dan Flanders, Bahasa Belanda dan Frisian yang, ketika dibawa oleh Saxon ke Inggris pada Abad Pertengahan, nantinya akan menjadi bahasa Inggris.

  1. Bahasa Jerman Standar (Hochdeutsch)

Akibat Munculnya protestanisme telah menyebabkan bahasa Jerman standar digunakan di banyak sekolah guna membantu penggunaan bahasa Jerman pada masyarakat Jerman utara. Sejarah bahasa Jerman telah membuktikan bahwa pada tahun 1520 – 1535 Martin Luther menerjemahkan Perjanjian Lama dan Baru ke dalam bahasa Jerman. Dari situlah dapat diketahui bahwa bahasa Jerman standar merupakan bahasa asing di Selatan Jerman.

  1. Bahasa Jerman Modern

Tiba di tahun 1600, sejarah bahasa Jerman telah memasuki era modern. Pada masa ini, bahasa Jerman banyak dipengaruhi oleh bahasa Perancis. Hal tersebut disebabkan karena bahasa Perancis adalah bahasa yang populer di kalangan menengah ke atas pada masa pemerintahan Raja Louis XIV.

Hingga pada abad ke 18 bahasa Jerman secara lisan telah mengacu pada bahasa tertulis yang dipengaruhi oleh variasi lokal dan regional. Karya sastra pun berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasa Jerman modern terutama akibat banyaknya buku puisi yang terbit pada tahun 1624, meski standarisasi bahasa Jerman pada saat itu belum jelas dalam bentuk tertulis.

Namun, pada tahun 1800 bahasa jerman standar sudah hampir dibuat dalam bentuk tulisan yang sempurna. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya penulis yang membuat standar bahasa modern Jerman dalam berbagai bentuk literasi untuk kepentingan gereja, negara dan pendidikan.

Salah satu tokoh yang terkenal adalah Brothers Grimm. Ia dikenal dengan dongeng Cinderella dan Hansel dan Gretel serta filolog dan pencinpta kamus bahasa Jerman yang pertama. Selain itu ia juga mendapatkan tugas untuk membuat leksikon Jerman. Namun sayang, tugas tersebut tidak pernah terselesaikan oleh mereka.

Penyebaran Bahasa Jerman

Terlepas dari sejarah bahasa Jerman berdasarkan perkembangannya, kini bahasa Jerman telah banyak menyebar kebeberapa negara baik di Eropa maupun di Dunia. Contohnya saja di Perancis, kini bahasa Jerman telah dituturkan oleh 2 juta penduduk dari negara ini, khususnya yang berada di Alsace-Lorraine.

Selain itu, di Amerika bahasa Jerman menggunakan dialek Pfalz yang dipakai oleh orang-orang Amish. Di Patagonia tepatnya di selatan Argentina terdapat pula komunitas berbahasa Jerman. Sedangkan Namibia, sebagai satu-satunya bekas koloni Jerman di Afrika, juga menjadi tempat sisa-sisa komunitas berbahasa Jerman yang ada di Afrika.

Nah, itu dia sejarah bahasa Jerman yang perlu kalian ketahui sebelum mulai belajar bahasa Jerman. Hingga saat ini pun, bahasa Jerman masih banyak yang berbeda dari standar yang digunakan baik dalam tata bahasa maupun pelafalannya. Dengan mengetahui sejarah dan perkembangan bahasa Jerman, kalian tidak akan heran saat menemui bahasa Jerman yang berbeda dari standarnya.

Kosa kata pakaian dalam bahasa jerman

Nama-Nama Pakaian dalam Bahasa Jerman Beserta Artinya

Kosakata atau dalam bahasa Jerman disebut wortschatz merupakan salah satu materi terpenting yang harus dipelajari pada tahap awal. Karena kosakata merupakan dasar yang nantinya digunakan untuk menyusun kalimat, paragraf, teks, hingga percakapan dalam bahasa Jerman.

Tips mudah dalam menghafal kosakata dalam bahasa Jerman adalah dengan mempelajari dan menghafal benda-benda yang ada di sekitar kita. Mulai dari apa yang kita makan, ruangan di dalam rumah, alat tulis, dan yang tidak kalah penting adalah pakaian. 

Kosakata pakaian dalam bahasa Jerman pun beragam mulai dari pakaian dalam hingga pakaian luar baik yang digunakan oleh laki-laki maupun pemerintah. Untuk lebih jelasnya perhatikan daftar kosakata pakaian dalam bahasa Jerman dan perbedaan bentuknya berikut ini.

Daftar Kosakata Pakaian dalam Bahasa Jerman

Secara umum, terjemahan kata pakaian dalam bahasa Jerman adalah kleidung. Benda yang termasuk ke dalam kategori pakaian adalah semua yang dipakai dari ujung kepala hingga ujung kaki berikut aksesoris pelengkapnya. Agar lebih mudah dalam menghafal nama-nama pakaian dalam bahasa Jerman, perhatikan tabel berikut ini:

Bahasa Indonesia Singular Plural
Gaun malam das Abendkleid die Abendkleider
Gaun pengantin das Brautkleid die Brautkleider
Baju, gaun das Kleid die Kleider
Setelan jas der Anzug die Anzüge
Setelan jas dan rok untuk wanita die Kostüm die Kostüme
Sweater rajut die Strickjacke  die Strickjacken
Jaket die Jacke die Jacken
Jaket yang mempunyai tutup kepala (anorak) der Anorak die Anoraks
Jaket bulu die Pelzjacke  die Pelzjacken
Mantel bulu der Pelzmantel die Pelzmäntel
Jaket kulit die Lederjacke die Lederjacken
Mantel kulit der Ledermantel die Ledermäntel
Mantel hujan der Regenmantel die Regenmäntel
Mantel der Mantel die Mäntel
Jas der Blazer die Blazer
Dasi kupu-kupu die Fliege die Fliege
Dasi die Krawatte die Krawatten
Mantel mandi der Bademantel die Bademäntel
Kain handuk der/das Frottee die Frottees
Sandal kamar mandi der Badeschuh die Badeschuhe
Sandal der Hauschuh die Hausschuhe
Bikini der Bikini die Bikinis
Pakaian renang der Badeanzug die Badeanzüge
Celana renang die Badehose die Badehosen
Topi renang die Bademütze die Bademützen
Topi der Hute die Hüte
Topi pandan der Sonnenhut die Sonnenhüte
BH/Bra der Büstenhalter die Büstenhalter
Blus die Bluse die Blusen
Kemeja  das Hemd die Hemden
Kaos das T-shirt die T-shirts
Celana die Hose die Hosen
Celana pendek die Kurze Hose die Kurze Hosen
Celana kulit die Lederhose die Lederhosen
Celana dalam der Slip die Slips
Celana dalam wanita der Damenslip die Damenslips
Celana dalam pria der Herrenslip die Herrenslips
Celana jogging die Jogginghose die Jogginghosen
Pakaian jogging der Jogginganzug  die Jogginganzüge 
Jins die Jeans
Rok  der Rock die Röcke
Rok dalam der Unterrock die Unterröcke
Rok mini der Minirock die Miniröcke
Daster  der Morgenrock die Morgenröcke
Baju tidur das Nachthemd die Nachthemden
Piyama Das/der Pyjama die Pyjamas
Baju kerja/overal der Overall die Overalls
Baju dalam/singlet das Unterhemd die Unterhemden
Pakaian musim panas das Sommerkleid die Sommerkleider
Pakaian musim dingin das Winterkleid die Winterkleider
Pakaian daerah die Volkstracht die Volkstrachten
Pakaian olahraga der Traininganzug die Traininganzüge
Pulover der Pullover die Pullover
Rompi die Weste die Westen
Tas  die Tasche die Taschen
Tas pasar/tas belanja die Einkaufstasche die Einkaufstaschen
Tas tangan die Handtasche die Handtaschen
Koper der Koffer die Koffer
Ransel der Rucksack die Rucksäcke
Tas perjalanan die Reisetasche die Reisetaschen
Tas gantung die Umhängetasche  die Umhängetasche
Sepatu der Schuh die Schuhe
Sepatu bot karet der Gummistiefel die Gummistiefel
Sepatu pantofel der Halbschuh die Halbschuhe
Sepatu kayu der Holzschuh der Holzschuhe
Sepatu anak-anak der Kinderschuh die Kinderschuhe
Sepatu wanita der Damenschuh die Damenschuhe
Sepatu pria der Herrenschuh die Herrenschuhe
Sepatu bot der Stiefel die Stiefel
Sepatu olahraga der Turnschuh die Turnschuhe
Sepatu mendaki der Wanderschuh die Wanderschuhe
Sepatu salju der Schneestiefel die Schneestiefel
Sepatu ski der Skistiefel die Skistiefel
Tali sepatu der Schnürsenkel die Schnürsenkel
Ikat/tali pinggang der Gürtel die Gürtel
Syal/scarf das Halstuch die Halstücher
Sapu tangan das Taschentuch die Taschentücher
Sarung tangan der Handschuh die Handschuhe
Kaos kaki der Kniestrumpf die Kniestrümpfe
Stocking der Strümpfe die Strümpfe
Kelambu das Moskitonetz die Moskitonetze
Payung der Schirm die Schirme
Jilbab das Kopftuch die Kopftucher
Jam tangan die Armbandhur die Armbandhuren
Kacamata hitam die Sonnenbrille die Sonnenbrillen
Jepit rambut die Haarspange die Haarspangen
Perhiasan der Schmuck die Schmuck
Cincin der Ring die Ringe
Anting-anting der Ohrring die Ohrringe
Gelang das Armband die Armbander
Mutiara die Perle die Perlen
Ponco der Poncho die Ponchos
Selendang der Schal die Schals
Celemek das Lätzchen die Lätzchen

Dalam menghafal kosakata-kosakata tersebut, tentu akan lebih mudah jika kamu mempraktekkannya langsung sambil menunjuk masing-masing benda tersebut dan menyebutkannya dalam bahasa Jerman. Kamu juga bisa berlatih menggunakan kosakata tersebut ke dalam sebuah percakapan maupun ditulis di dalam sebuah teks.

Negara Bagian Jerman

16 Negara Bagian Jerman dan Letak Geografisnya

Terdapat 16 Negara Bagian pada batas – batas Negara Jerman merupakan salah satu negara maju di benua Eropa yang berbentuk federasi.

Batas – Batas Negara Jerman

Letak geografis Jerman berbatasan dengan Denmark serta garis pantai Laut Utara dan Laut Baltik di sebelah utara. Di bagian barat, Jerman berbatasan langsung dengan Perancis, Belanda, dan Belgia.

Di sebelah selatan, berbatasan dengan Swiss dan Austria. Sedangkan di sebelah timur berbatasan langsung dengan Polandia dan Republik Ceko.

Negara-negara bagian di Jerman yang sekarang terdiri dari 16 negara bagian ini dibentuk sejak Perang Dunia II berakhir secara bertahap. Berikut ini negara-negara bagian tersebut:

  1. Bayern

Bayern yang dikenal dengan nama Bavaria ini beribukota di Münich atau Munchen. Negara bagian ini terkenal dengan wisata alamnya yang sangat indah serta pakaian tradisional dan makanan khasnya yang populer di dunia. Bayern terletak di bagian paling selatan Jerman dan berbatasan secara internasional dengan Republik Ceko dan Austria.

  1. Baden-Württemberg

Baden-Wüttemberg beribukota di Stuttgart dan merupakan negara bagian di Jerman yang berada di paling selatan sebelah barat. Negara bagian ini berbatasan langsung dengan Swiss dan Perancis. Salah satu motonya yang sangat terkenal adalah “kami bisa mengerjakan segala hal”. Moto tersebut benar-benar terbukti dengan produktivitas tinggi warganya yang berhasil memproduksi barang terkenal yang bermutu tinggi seperti mobil Mercedes.

  1. Berlin

Negara bagian berbentuk kota yang juga beribukota di Berlin ini sangat populer di dunia dan terkenal dengan Tembok Berlin-nya. Berlin menjadi negara bagian yang berperan sebagai pusat politik di Uni Eropa serta menjadi salah satu kota metropolitan tersibuk di Eropa.

Berbagai lalu lintas kegiatan mulai dari ekonomi, politik, budaya, pendidikan, sains, dan lain sebagainya terpusat di Berlin. Negara bagian Jerman ini tidak berbatasan langsung dengan negara-negara lain di Eropa secara internasional. Salah satu batas negara yang paling dekat secara geografis adalah Polandia dengan jarak 70 km ke arah timur.

  1. Hamburg

Letak geografis negara bagian yang berbentuk kota ini berada di bagian utara negara Jerman. Negara bagian Hamburg beribukota di Kota Hamburg dan salah satu kotanya menjadi pintu gerbang Jerman ke seluruh dunia tepatnya di Kota “Hansa” yang berada di tepi Sungai Elbe.

  1. Bremen

Bremen merupakan salah satu dari 16 negara bagian yang memiliki dua kota yaitu Bremen dan Bremenhaven. Kota yang dikenal dengan nama Free Hanseatic City of Bremen ini berada di sisi utara negara Jerman dan berbatasan langsung dengan Belanda serta Laut Utara. Kota negara bagian terkecil di Jerman ini berada tepat di tengah-tengah negara bagian Niederschsen. Bremen juga terkenal sebagai tempat untuk transaksi tembakau dari seluruh dunia.

  1. Niederschsen

Negara bagian yang beribukota di Hannover ini lebih banyak didominasi dengan pemandangan alam dibandingkan kota. Salah satu obyek wisata yang sangat terkenal di sini adalah kawasan laut Watt dan kawasan pegunungan di aliran sungai Weser. Secara geografis, negara bagian ini berbatasan langsung Belanda, Laut Utara, dan Hamburg.

  1. Nordrhein-Westfalen

Nordrhein-Westfalen merupakan negara bagian di Jerman dengan populasi terbesar dan terkenal dengan warganya yang selalu optimis menyambut karnaval tahunan. Negara bagian yang beribukota di Düsseldorf ini berbatasan langsung dengan sebagian wilayah di Belanda dan Belgia. Kota yang memiliki kota terbesar Köln ini dulunya terkenal sebagai kawasan industri besi, baja, dan penambangan batubara.

  1. Rheinland-Pfalz

Negara bagian Rheinland-Pfalz yang beribukota di Mainz ini berbatasan langsung dengan Belgia dan Prancis. Negara bagian yang terkenal dengan alamnya yang indah terutama di kawasan sungai Rhein dan Mosel ini juga memiliki hamparan kebun anggur serta kawasan hutan yang luas.

  1. Hessen

Hessen beribukota di Wiesbaden dan tepat berada di tengah-tengah negara Jerman. Salah satu kota yang paling terkenal di negara bagian ini adalah Frankfurt yang terkenal dengan kawasan perbankannya dan bandara internasional tersibuk di Eropa. Hessen juga terkenal dengan lanskap pemandangan dongeng Grimm bersaudara.

  1. Saarland

Negara bagian yang beribukota di Saarbrücken ini berbatasan langsung dengan Luxemburg dan Perancis. Saarland merupakan salah satu negara bagian terkecil di Jerman.

  1. Schleswig-Holstein

Schleswig-Holstein beribukota di Kiel dan merupakan negara bagian yang berada di bagian paling utara negara Jerman. Negara bagian ini berbatasan langsung dengan Denmark, Laut Utara, dan Laut Baltik.  Schleswig-Holstein ini terkenal dengan pemandangan wisatanya yang indah dan memiliki satu event olahraga lomba kapal layar yang terkenal di dunia.

  1. Mecklenburg-Vorpommern

Mecklenburg-Vorpommern ini merupakan bekas negara bagian Timur yang terkenal dengan wisata pesisir di Laut Baltik karena negara ini tepat berada di bagian utara sisi timur Jerman. Selain berbatasan dengan Laut Baltik, negara bagian ini juga berbatasan dengan Polandia. Karena posisinya di pesisir laut, negara bagian ini terkenal dengan industri galangan kapalnya.

  1. Brandenburg

Bradenburg ini merupakan negara bagian yang berada di sisi barat negara Jerman dan berbatasan langsung dengan Polandia. Negara bagian ini beribukota di Postsdam dan terkenal dengan danaunya yang indah dan megah.

  1. Sachsen

Sachsen berada di bagian paling timur Jerman dan berbatasan langsung dengan Republik Ceko. Negara bagian ini beribukota di Dresden dan terkenal dengan kekayaan budayanya yang bergaya barok dan pemandangan alamnya yang indah sehingga dijuluki Swiss-nya Sachsen.

  1. Sachsen-Anhalt

Negara bagian yang beribukota di Magdeburg ini berada di tengah-tengah negara Jerman. Beberapa tempat wisata yang ada di negara bagian ini termasuk ke dalam warisan budaya UNESCO seperti Wörlitz-Dessau dan mahakarya arsitektur modern Bauhaus dari arsitek legendaris Walter Gropius.

  1. Thüringen

Thüringen merupakan negara bagian baru yang mendapat julukan jantung hijau dan titik pusatnya Jerman. Negara bagian bekas Jerman Timur ini beribukota di Erfurt dan terkenal dengan para pemikir besarnya seperti Schiller und Goethe dan Luther.

Setiap negara bagian tersebut memiliki kekhasan masing-masing sehingga sangat menarik untuk mengenal dan mempelajari negara bagian .

Tips dan Kiat Sukses Kuliah Sambil Kerja di Jerman

Tips dan Kiat Sukses Kuliah Sambil Kerja di Jerman

Jerman menjadi salah satu negara impian untuk melanjutkan kuliah di luar negeri khususnya bagi pelajar-pelajar di Indonesia. Hal ini dikarenakan negara ini memang terkenal sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan yang bagus di Indonesia dan bahkan beberapa universitas di negara Jerman masuk ke dalam daftar 100 universitas terbaik di tingkat dunia.

Untuk bisa mengenyam pendidikan di negara maju seperti Jerman tentu bukan hal yang mudah. Selain faktor kemampuan secara akademik maupun prestasi lainnya, faktor finansial terkadang menjadi kendala. Memang negara ini menerapkan sistem pendidikan gratis hingga tingkat kuliah baik bagi mahasiswa lokal di negaranya maupun mahasiswa dari luar negeri.

Namun, biaya hidup yang cukup tinggi untuk tinggal di Jerman menjadi masalah lain yang biasanya dihadapi mahasiswa. Sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang mengambil kuliah sambil kerja di Jerman.

Mau Dapat Beasiswa Kuliah Sambil Kerja di Jerman ? Klik disini

Alasan Mengambil Kuliah Sambil Kerja di Jerman

Fenomena kuliah sambil bekerja tidak hanya ditemui di Jerman namun juga di Indonesia, di negara maju seperti Jerman pun banyak mahasiswa khususnya yang dari luar negeri yang memilih untuk bekerja sembari kuliah. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang memilih untuk mengambil kuliah sambil kerja di Jerman, di antaranya adalah sebagai berikut:

Kebutuhan finansial

Biaya kuliah dan biaya yang harus dikeluarkan selama tinggal di Jerman sudah pasti lebih besar jika dibandingkan tinggal di Indonesia. Sehingga tidak mungkin kita hanya mengandalkan uang saku dari orang tua yang bekerja di Indonesia sedangkan biaya hidup untuk tinggal di Jerman cukup tinggi.

Baik untuk kebutuhan rumah atau tempat tinggal, biaya makan, biaya hiburan, maupun biaya-biaya lainnya. Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan untuk tinggal di Jerman berkisar 800 Euro dan nilai ini sudah cukup terjangkau jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa.

Beruntung jika kuliah dengan mendapatkan beasiswa yang meng-cover kebutuhan hidup. Sayangnya mungkin sebagai mahasiswa tetap akan membutuhkan biaya tambahan lain yang tidak termasuk dalam biaya yang di-cover pada beasiswa yang didapatkan. Sehingga mengambil kerja di Jerman sembari kuliah tetap diperlukan untuk mendapatkan tambahan finansial selama mengambil kuliah di sini.

Mempelajari bahasa dan budaya setempat

Menguasai bahasa Jerman menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon mahasiswa yang akan kuliah di Jerman mengingat rata-rata sistem pembelajaran di kampus-kampus Jerman masih menggunakan bahasa pengantar Jerman. Belajar di tempat kursus baik secara online maupun offline memang sudah cukup bagus untuk mendapatkan modal dasar kemampuan berbahasa Jerman dengan baik.

Namun, akan lebih efektif jika mencoba mempraktekkannya langsung di kehidupan sehari-hari selama tinggal di Jerman bersama penduduk setempat (native speaker). Akhirnya, banyak yang memilih kuliah sambil bekerja di Jerman agar bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman dan mempelajari budaya penduduk setempat.

Dengan bekerja di beberapa perusahaan atau pertokoan di Jerman, mahasiswa bisa mencoba mengobrol dengan native speaker, menjalin komunikasi, menjalin relasi dan pertemanan, hingga mempelajari kultur budaya setempat. Ini akan menjadi hal menarik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan bahasa Jerman.

Mendapatkan pengalaman baru

Semakin banyak berinteraksi dengan penduduk sekitar yang ada di Jerman, maka pengalaman yang didapatkan pun akan semakin bertambah. Sehingga kuliah bukan hanya sekedar belajar, berangkat ke kampus, lalu pulang kembali ke rumah selama tinggal di Jerman.

Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga untuk membangun karakter dan wawasannya selama mengenyam pendidikan di luar negeri. Sehingga jika mendapatkan kesempatan untuk bisa bekerja sambil kuliah, sebisa mungkin jangan pernah disia-siakan.

Cara Kuliah Sambil Kerja di Jerman

Setelah termotivasi untuk bekerja di Jerman sambil tetap kuliah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mencari pekerjaan yang bisa memperkerjakan mahasiswa dengan waktu yang terbatas dan bagaimana cara mengatur waktu kuliah dan bekerja agar tetap seimbang. Langkah-langkah berikut ini bisa dicoba untuk diikuti mahasiswa yang berkeinginan untuk kuliah sambil kerja, di antaranya:

Dapatkan Beasiswa Kuliah di Jerman Gratis !!! Sekarang !!!

Rajin mencari informasi

Di saat kamu ingin mendapatkan pekerjaan saat masih kuliah, tentu tidak bisa jika hanya diam di tempat tanpa berusaha melakukan sesuatu. Rajin-rajinlah mencari informasi tentang lowongan pekerjaan yang tersedia di Jerman. Kamu bisa mencari informasi tersebut melalui madding di kampus, media online, maupun bertanya ke teman atau kenalan.

Salah satu situs di Jerman yang direkomendasikan untuk mencari informasi tentang lowongan kerja adalah situs “Agentur für Arbeit”. Situs ini merupakan agen resmi pemerintah Jerman yang memang diperuntukkan untuk menyalurkan tenaga kerja.

Perhatikan syarat dan ketentuan

Tidak semua lowongan yang ada bisa cocok dengan mahasiswa yang akan mendaftar kuliah sambil kerja di Jerman. Apalagi mahasiswa memiliki waktu yang terbatas yang mana mereka hanya bisa bekerja secara part time di waktu-waktu setelah pulang kuliah, libur akhir pecan, atau libur sekolah saja.

Cari lowongan yang benar-benar sesuai dengan waktu yang kamu miliki agar kuliah di Jerman tidak terbengkalai karena sibuk bekerja. Selain itu,pilihlah tempat kerja yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggal agar tidak mengeluarkan lebih banyak biaya untuk transportasi dan bisa menghemat waktu lebih banyak untuk bolak-balik perjalanan dari kampus ke tempat kerja atau sebaliknya.

Jangan terlalu pilih-pilih pekerjaan

Mungkin ada yang merasa sungkan dan gengsi jika hanya bekerja di tempat-tempat yang kurang bergengsi seperti penjaga toko, pelayan restoran, pencuci piring, atau tukang masak. Lupakan gengsi dan utamakan untuk mencari pekerjaan memang karena kebutuhan dan sesuai dengan waktu yang kamu miliki agar bisa membagi waktu tersebut dengan waktu untuk kuliah atau belajar.

Menjadi diri sendiri saat wawancara kerja

Sama halnya seperti saat melamar kerja di tempat lain, meskipun tujuan kamu mencari kerja adalah untuk bekerja part time kamu tetap harus mengirimkan CV dan surat lamaran kerja. Setelah lolos seleksi administrasi, biasanya akan ada panggilan untuk melakukan interview yang jarak waktunya berbeda-beda tergantung dari kebutuhan perusahaan. Jadilah diri sendiri saat datang wawancara dan berikan kesan yang baik kepada pewawancara. Selalu positif dan ceria agar pemilik perusahaan atau toko terkesan sehingga peluang kamu untuk diterima lebih besar.

Atur keuangan dengan baik

Meskipun sudah mendapatkan penghasilan sendiri, atur keuangan dengan baik agar tidak boros. Utamakan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan yang paling penting seperti membayar biaya kuliah, tempat tinggal, biaya makan, dan transportasi. Selebihnya kamu bisa manfaatkan untuk kebutuhan tersier atau ditabung. Jangan sampai besar pasak daripada tiang alias lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan.

Kuliah sambil kerja di Jerman mungkin tidak semudah yang dibayangkan karena kamu harus pintar-pintar mengelola waktu belajar dan bekerja agar keduanya tetap berjalan secara seimbang. Untuk meningkatkan produktivitas, hindari hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat serta fokus pada tujuan selama di Jerman yaitu bekerja untuk bisa kuliah dengan lancar dan lulus tepat waktu. Tips-tips di atas bisa kamu coba lakukan agar keinganan kamu untuk kerja sambil kuliah di Jerman bisa terwujud.

Budaya Orang Jerman

7 Budaya Jerman, No 6 Paling Kamu Suka

Jerman merupakan salah satu negara yang berada di Eropa Barat. Sebagai negara yang berkiblat ke barat, tentunya budaya orang Jerman memiliki banyak perbedaan dari budaya orang Indonesia yang berkiblat ke timur. 

Bahkan beberapa budaya orang Jerman itu seringkali membuat kalian tercengang dan tak habis pikir. Oleh karena itu, kalian tidak perlu heran jika Jerman memiliki budaya atau kebiasaan yang berbeda dengan negara kita Indonesia. 

Apakah kalian berkeinginan untuk pergi atau tinggal di Jerman dalam waktu dekat ini? Maka, kalian harus mempelajari terlebih dahulu budaya mereka, agar tidak salah mengartikan. Berikut ini adalah budaya orang Jerman yang harus kalian tahu sebelum pergi ke Jerman. 

  1. Keperluan Berkas Harus di Atas Kertas 

Sekarang ini, sudah banyak negara-negara yang menerapkan penghematan penggunaan kertas. Tapi hal ini berbeda dengan di Jerman. Berdasarkan data statistik, Jerman menggunakan rata-rata 241,7 kg kertas. Akibatnya negara ini telah dijadikan sebagai negara pengonsumsi kertas terbanyak di dunia. 

Hal ini memang sudah menjadi budaya orang Jerman yang tidak diragukan lagi. Pasalnya, setiap berkas administrasi di Jerman selalu diminta dalam bentuk tertulis di atas kertas. Tidak hanya itu, tak jarang mereka juga mencetak kembali dokumen yang dikirim secara online. Biasanya hal itu dilakukan untuk dokumen untuk tanda bukti terima. 

  1. Tidak Ada Kegiatan di Hari Minggu 

Jika di Indonesia, hari weekend biasanya dijadikan sebagai hari untuk berlibur dan berjalan-jalan bersama keluarga. Namun, berbeda dengan budaya orang Jerman. Pada hari minggu jalanan di Jerman relatif akan lebih sepi dibanding hari biasanya, bahkan di kota Berlin sekalipun. 

Hal tersebut disebabkan karena toko-toko akan tutup di hari minggu, kecuali kafe dan beberapa restoran yang masih buka dalam jumlah yang terbatas. Transportasi umum pun dibatasi pada hari minggu. 

Mau dapat Beasiswa Kuliah Gratis Ke Jerman ? Klik Link Berikut untuk Mendapatkannya.

Tentunya hal ini dilakukan untuk menghargai para pekerja yang telah bekerja keras selama sepekan. Dengan satu hari di hari Minggu ini, tentunya banyak dari mereka yang mengambil kesempatan ini untuk beristirahat di rumah. 

  1. Selalu Membayar dengan Uang Tunai

Saat ini pembayaran melalui e-money sudah banyak dilakukan di seluruh dunia. Namun, berbeda dengan orang Jerman. Membayar dengan uang tunai merupakan budaya orang Jerman yang tak perlu diragukan lagi. Bahkan beberapa orang diluar sana, langsung bisa menebak orang Jerman ketika ada yang membayar secara Cash. Itulah yang menjadi ciri khas orang jerman. 

Bagi mereka budaya membayar menggunakan uang tunai akan mempermudah dalam merekapitulasi keuangan yang dikeluarkan. Tidak hanya itu, mereka juga merasa akan membuat transaksi tersebut menjadi lebih pribadi. Jadi, jangan heran jika kalian melihat orang Jerman yang membawa uang banyak dalam bentuk uang cash. 

  1. Selalu Tepat Waktu 

Jerman merupakan salah satu negara super sibuk, karenanya budaya orang Jerman selalu menerapkan untuk selalu tepat waktu. Mereka menganggap bahwa terlambat akan membuang waktu mereka untuk menunggu. Tentunya hal ini sangat berbeda sekali dengan orang Indoensia yang selalu ngaret dari jam yang telah ditentukan, janjinya saja jam 9 tapi datangnya jam 10. 

Jika kalian berkunjung dan mengadakan perjanjian dengan orang Jerman, maka jangan sekali-kali untuk terlambat yah! Sedikit saja terlambat dari waktu yang ditentukan kalian akan langsung diberitahu melalui telepon maupun pesan singkat, agar segera datang.

  1. Kebiasaan Buang Ingus dan Sendawa

Kita sebagai orang Indonesia tentu saja merasa jijik apabila melihat orang membuang ingus sembarangan. Namun budaya orang Jerman menganggap hal ini adalah sesuatu yang biasa dan wajar. Bahkan mereka pun bisa dengan santainya membuang ingus di meja makan ataupun tempat umum lainnya. Jika hal tersebut dilakukan di Indonesia tentu kalian akan malu bukan? 

Tapi berbeda dengan sendawa, bagi kita orang Indonesia bersendawa setelah makan adalah hal yang biasa bahkan dianggap sebagai bentuk menghargai pemberian makanan yang telah dimakan. Akan tetapi, budaya orang Jerman selalu menahan untuk bersendawa setelah makan. 

  1. Budaya Telanjang 

Budaya orang Jerman yang satu ini mungkin sangat unik dan tidak biasa bagi orang Indonesia. Namun, jika kalian berniat untuk mengunjungi negara Jerman harus bersiap diri untuk menemui budaya telanjang ini. 

Budaya telanjang di Jerman sudah ada sejak abad ke-19, saat itu Jerman sedang dilanda wabah. Itu sebabnya, dengan melakukan aksi telanjang sambil berjemur dapat dinilai ampuh untuk menghilangkan penyakit seperti TBC dan reumatik. 

Di Eropa, warga negara Jerman paling sering mengunjungi pantai-pantai dengan telanjang. Di negara Jerman sendiri banyak ditemukan area berkemah nudis yang dapat ditemukan di sepanjang pantai Jerman. 

  1. Budaya Menggantung Benda Hilang di Pohon

Apabila kalian mengunjungi Jerman, maka kalian akan sering melihat penampakan benda-benda yang di gantung di pohon. Rupanya, hal tersebut merupakan budaya orang Jerman saat melihat benda yang terjatuh di jalanan. 

Mereka akan otomatis menggantungkan benda yang terjatuh itu, agar sang pemilik akan lebih mudah menemukan benda yang hilang itu.  Dilihat dari kebiasaan orang Jerman yang satu ini, orang Jerman memang terkenal lebih ramah dan membantu daripada negara-negara Eropa lainnya. 

Nah, itu dia 7 Budaya orang Jerman yang harus kalian ketahui sebelum mengunjungi Jerman. Yang harus kalian ingat, dimana pun kalian berada harus tetap menjaga dan menghormati budaya daerah maupun negara yang kalian kunjungi. 

Jangan Sampai terlewat kesempaatan mendapatkan beasiswa gratis kuliah ke luar negeri.

Kuliah di Jerman Dengan Beasiswa

Kuliah di Jerman dengan Beasiswa

Jerman merupakan salah satu negara maju di Eropa yang menjadi impian banyak pelajar di seluruh dunia untuk melanjutkan perkuliahan di negara ini. Bukan tanpa alasan, negara ini telah berhasil melahirkan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan orang hebat di bidang teknik penerbangan seperti B.J.Habibie.

Bahkan beberapa universitas di negara Jerman berhasil menduduki peringkat 100 besar universitas terbaik di dunia. Kualitas pendidikannya tentu tidak diragukan lagi dan bahkan penelitian ilmiah dari negara ini pun banyak menjadi acuan di seluruh dunia. Kabar baiknya, di Jerman membuka kesempatan untuk bisa sekolah gratis dengan cara kuliah di Jerman dengan beasiswa.

Pada dasarnya program pendidikan di Jerman sudah disediakan secara gratis oleh pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mendukung pendidikan bagi masyarakatnya. Mahasiswa cukup membayar biaya untuk administrasi, layanan dukungan mahasiswa, dan biaya-biaya yang mendukung proses pembelajaran selama kuliah lainnya.

Kuliah di Jerman

Pendidikan secara gratis ini juga berlaku untuk mahasiswa dari luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di negara ini. Namun, seringkali ada hal lain yang menjadi kendala dalam hal biaya yaitu biaya untuk tinggal, transportasi, dan biaya hidup sehari-hari di sana.

Bagi pelajar yang ingin melanjutkan kuliah di Jerman dengan gratis secara keseluruhan, bisa mendaftar program beasiswa yang memberikan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup selama tinggal di Jerman. Lalu, bagaimana cara kuliah di Jerman dengan beasiswa?

Mengapa Kuliah di Jerman

Sebelum menentukan universitas mana yang kamu impikan untuk melanjutkan kuliah, cari tahu terlebih dahulu motivasi apa saja yang membuat kamu ingin kuliah di Jerman sehingga tekad dan semangat kamu semakin kuat. Beberapa alasan berikut ini bisa menjadi motivasi untuk kamu yang berencana ingin kuliah di Jerman, di antaranya:

  1. Memiliki universitas-universitas terbaik di tingkat internasional

Negara Jerman memiliki kurang lebih 400 institusi perguruan tinggi dan beberapa di antaranya sudah diakui secara internasional karena berhasil masuk ke dalam jajaran 100 besar universitas terbaik di dunia.

Selain menawarkan program perkuliahan dengan bahasa pengantar Jerman, beberapa universitas di Jerman sudah mulai menawarkan program perkuliahan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris.

  1. Mendapakan free tuition fees

Kualitas pendidikan di Jerman yang terkenal bagus semakin didukung dengan adanya program pendidikan gratis untuk tingkat S1 atau undergraduate di seluruh universitas tanpa biaya sama sekali alias gratis.

Akses pendidikan gratis ini berlaku baik untuk warga lokal maupun mahasiswa luar negeri. Mahasiswa yang mendaftar biasanya akan diminta untuk membayar biaya kontribusi per semester, biaya administrasi, dan biaya-biaya lainnya yang mendukung program perkuliahan.

  1. Biaya hidup cukup terjangkau

Biaya hidup di Jerman tergolong cukup terjangkau jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Eropa lainnya seperti Zurich, London, dan Paris. Biaya hidup yang harus dikeluarkan oleh rata-rata mahasiswa yang tinggal di Jerman sekitar 700 – 800 EURO per bulannya.

  1. Kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan

Negara Jerman terkenal dengan ekonominya yang kuat dan tersebar di seluruh negara bagian Jerman dengan berbagai spesifikasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Hamburg didaulat menjadi pusat industri media dan perdagangan, Frankfurt menjadi pusat finansial, dan Munich serta Stuttgart menjadi pusat industri automotif.

Mayoritas lulusan Jerman bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan di Jerman maupun di negara-negara lainnya dan bahkan hanya 10% alumni yang bekerja di luar bidang ilmu yang dipelajari.

  1. Lokasi strategis

Posisi negara Jerman secara geografis cukup strategis karena tepat berada di tengah-tengah benua Eropa dan berbatasan dengan negara terkenal lainnya seperti Denmark, Belanda, Belgia, Austria, dan Prancis. Sistem transportasi yang modern dan nyaman di Jerman memudahkan setiap penduduk yang tinggal di negara ini bisa travelling dengan mudah ke negara-negara Eropa lainnya.

Persiapan untuk Kuliah di Jerman

Kuliah di Jerman

Sebelum mendaftar ke universitas di Jerman yang kamu impikan, tentu kamu harus melakukan berbagai persiapan terlebih dahulu agar bisa lolos masuk ke universitas tersebut. Berikut ini hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendaftar kuliah di Jerman, di antaranya:

  1. Mempelajari bahasa Jerman

Rata-rata program S1 maupun S2 di universitas-universitas Jerman mengadakan proses perkuliahan dengan bahasa pengantar bahasa Jerman. Meskipun ada juga yang menggunakan bahasa Inggris, namun jumlah universitas yang menggunakan bahasa pengantar Jerman lebih banyak.

Sehingga sangat penting untuk mempelajari bahasa ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung proses belajar-mengajar di sana serta untuk membantu berinteraksi sehari-hari dengan teman kuliah maupun penduduk sekitar. Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jerman, kamu bisa mengikuti program kursus secara online dan offline atau mengikuti program studienkolleg di Jerman.

  1. Memilih universitas yang diinginkan

Ada banyak universitas di Jerman yang bisa kamu pilih dengan program-program yang sesuai dengan passion dan impian kamu. Pilih universitas dan program yang sekiranya kamu sukai sehingga kamu bisa terus semangat belajar saat menjalani perkuliahan di Jerman.

  1. Melakukan proses pendaftaran

Setelah memilih universitas yang kamu inginkan, maka langkah selanjutnya adalah mendaftar di universitas tersebut. Cari tahu informasi tentang syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi agar bisa diterima di universitas tesebut.

Beberapa syarat administrasi yang diperlukan untuk mendaftar pada umumnya seperti dokumen visa dan paspor, sertifikat TOEFL/IELTS, sertifikat bahasa Jerman, ijazah dan transkrip nilai, sertifikat prestasi/penghargaan (jika ada), motivation letter, dan surat rekomendasi.

Setiap universitas biasanya memiliki requirement atau persyaratan yang berbeda-beda. Perhatikan batas tanggal terakhir pendaftaran dan pastikan semua berkas sudah dikumpulkan sebelum tanggal tersebut.

  1. Mengikuti program studienkolleg

Program studienkolleg merupakan sekolah persiapan khusus yang ditujukan untuk orang asing yang ingin melanjutkan kuliah S1 di Jerman agarmemiliki level pendidikan dan kemampuan bahasa Jerman yang cukup untuk belajar di universitas-universitas Jerman.

Program ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 1 tahun dan setelah lulus akan mendapatkan sertifikat lulus ujian sertifikasi untuk bisa mendaftar di universitas Jerman. Namun, syarat mengikuti program studienkolleg ini tidak berlaku untuk proses pendaftaran program S2.

Kuliah di Jerman dengan Beasiswa

Ada banyak program beasiswa yang biasanya ditawarkan untuk mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan kuliah di Jerman. Cara kuliah di Jerman dengan beasiswa bisa kamu lakukan dengan memilih salah satu dari beberapa program beasiswa berikut ini:

  1. DAAD Scholarships

DAAD merupakan singkatan dari Deutscher Akademischer Austauschdienst atau dikenal dengan istilah The German Academic Exchange Service. Organisasi ini memberikan bantuan keuangan untuk mahasiswa internasional yang kuliah di Jerman selama memenuhi persyaratan, termasuk mahasiswa Indonesia.

  1. IGSP (Indonesia-German Scholarship Programme)

Pemerintah Indonesia dan Jerman mengadakan kerja sama di bidang pendidikan melalui program beasiswa IGSP yand diperuntukkan untuk para dosen tetap perguruan tinggi Indonesia yang masih berada dalam lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Beasiswa ini hanya diperuntukkan untuk program pendidikan S3 dengan maksimal usia pendaftar 50 tahun dan harus memenuhi standar skor IELTS minimal 6.0 dan IBT minimal 80.

  1. Erasmus+

Program beasiswa ini didanai oleh European Comission dalam rangka membantu atau mensubsidi biaya program pelatihan, pendidikan, pemuda, dan olahraga. Beasiswa ini ditawarkan untuk kurang lebih 160 negara di luar kawasan Uni Eropa. Program ini memberikan beasiswa yang mencakup biaya pendidikan, biaya perjalanan, biaya akomodasi, tunjangan bulanan, dan lain sebagainya.

  1. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

Program beasiswa dari LPDP ini tentu sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa di Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri khususnya untuk program S2 dan S3. Tidak hanya menanggung biaya pendidikan saja, program beasiswa dari LPDP bisa menanggung biaya hidup selama kuliah di luar negeri.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi ketika memilih cara kuliah di Jerman dengan beasiswa ini, selain persyaratan administrasi dan prestasi adalah calon penerima beasiswa harus mengikuti pelatihan kepemimpinan dan pembekalan.

  1. Program beasiswa non pemerintah

Selain program beasiswa dari pemerintah, beberapa universitas dan lembaga non pemerintah di Jerman juga menawarkan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi. Misalnya program beasiswa dari Friedrich Ebert Stiftung, Friedrich Naumann Stiftung, dan Heinrich Boll Stiftung.

Buat kamu yang ingin mengikuti cara kuliah di Jerman dengan beasiswa tersebut, pastikan persyaratan-persyaratan yang diperlukan harus dipenuhi terlebih dahulu. Semakin matang persiapan baik secara administratif, akademik, maupun prestasi lainnya, maka semakin besar peluang kamu untuk nantinya diterima sebagai penerima beasiswa untuk bisa kuliah secara gratis di Jerman.

1. studi di jerman (1)

Hal Penting yang Harus Dipersiapkan untuk Studi di Jerman

Studi di Jerman – Negara Jerman merupakan salah satu negara maju di Eropa yang menjadi favorit banyak mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Negara ini terkenal sebagai negara para peneliti dan tokoh-tokoh sukses seperti Albert Einstein, BJ Habibie, dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa universitas di Jerman banyak yang telah berhasil meraih peringkat sebagai 100 besar universitas terbaik di dunia. Tak heran jika banyak pelajar yang berbondong-bondong ingin studi di Jerman dengan harapan bisa belajar banyak hal untuk meningkatkan wawasan dan karir mereka ke depannya.

Mengapa Harus Kuliah di Jerman?

Mengapa Harus Kuliah di Jerman?

Banyak alasan yang bisa memotivasi kamu untuk kuliah di Jerman karena negara ini merupakan destinasi kuliah di luar negeri yang sangat ideal. Mulai dari kualitas edukasi tingkat dunia, pemandangan alam yang indah, budaya yang menarik dengan multikultural dari orang-orang yang datang dari berbagai negara, hingga kehidupan perkotaan yang menyenangkan.

Jerman memiliki sistem pendidikan yang paling bergengsi di Eropa bahkan di tingkat dunia. Negara ini juga memiliki ekonomi terbesar dan terkuat nomor empat di dunia. Bahkan negara ini juga terkenal sangat aman bagi pendatang karena merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki tingkat kriminal terendah di dunia.

Baca Juga  Sekolah Sambil Kerja Melalui Program Ausbildung di Jerman

Berbagai fasilitas seperti pendidikan dan kesehatan pun bisa didapatkan secara gratis untuk semua penduduknya. Tak heran jika negara ini dinobatkan sebagai negara dengan populasi yang paling bahagia dan menduduki peringkat ke-17 dunia.

Tidak perlu diragukan lagi, kualitas pendidikan di universitas-universitas Jerman sudah terbukti di tingkat internasional.

Banyak lulusan Jerman yang berhasil menjadi ilmuwan, teknisi, bankir, dan peneliti terbaik di dunia. Beberapa jurusan mulai di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, teknik, sastra, hingga kedokteran bisa kamu pilih di berbagai universitas di negara ini.

3 Jenis Institusi Studi di Jerman

3 Jenis Institusi Studi di Jerman

Universitas yang ada di Jerman cenderung bersifat internasional dan memiliki standar yang tinggi atau dikenal dengan sebutan pendidikan tersier (tingkat tinggi). Pada dasarnya, jenis institusi untuk studi di Jerman terdiri dari 3 jenis berikut, yaitu:

1. Universitas (Universitäten)

Jenis institusi ini menawarkan disiplin ilmu yang beragam dan berfokus pada riset secara khusus. Sehingga sistem di universitas lebih berorientasi pada teori dengan komponen yang berorientasi pada riset.

2. Universitas Ilmu Terapan (Fachhochschulen)

Jenis institusi ini lebih berkonsentrasi pada program studi khusus jurusan di bidang teknik dan disiplin teknis lainnya, pekerjaan sosial, bisnis, dan desain.

Setiap mahasiswa yang sekolah di Universitas Ilmu Terapan akan diharuskan untuk magang di industri atau perusahaan yang sesuai dengan programnya. Misi umum yang diterapkan adalah riset dan pembangunan yang berfokus pada orientasi aplikasi dan karakter profesional bidang studinya.

3. Universitas Seni/Musik (Kunst-und Musikhochschulen)

Sesuai namanya, institusi jenis ini hanya khusus menawarkan studi untuk karir di bidang musik dan kesenian. Mulai dari jurusan production, directing, perfilman, penulisan skrip teater, dan media lainnya.

Hal-Hal yang Harus Disiapkan untuk Studi di Jerman

Hal yang Harus Disiapkan untuk Studi di Jerman

Setiap calon mahasiswa yang ingin mendaftar kuliah tentu harus mempersiapkan beberapa persyaratan atau hal-hal lain yang dapat mendukung proses belajar-mengajar, tak terkecuali untuk studi di Jerman.

1. Penguasaan Bahasa Inggris dan Jerman

Sangat jarang bisa ditemui bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar untuk perkuliahan di universitas-universitas Jerman. Bahasa Jerman menjadi bahasa utama yang digunakan sebagai pengantar perkuliahan selain juga bahasa Inggris.

Calon mahasiswa universitas di Jerman harus memenuhi persyaratan administrasi bahasa Jerman yang bisa ditempuh dalam waktu satu tahun. Tak heran jika untuk lulus strata Sarjana 1 akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan perkuliahan di Indonesia.

Selain diperlukan untuk membantu kamu dalam mengikuti perkuliahan, kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Jerman akan sangat membantu kamu untuk berkomunikasi dengan penduduk sekitar.

Kamu juga akan dengan mudah memahami beberapa papan petunjuk di fasilitas-fasilitas umum. Level kemampuan bahasa Jerman yang disyaratkan dan perlu dimiliki oleh calon mahasiswa setidaknya adalah level dasar B1 atau B2.

Baca Juga  Tips Memilih Kursus Bahasa Jerman Untuk B1 dan B2

2. Biaya

Biaya untuk pendidikan merupakan faktor utama yang harus disiapkan sebelum memutuskan untuk kuliah. Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa setiap jenjang pendidikan pasti membutuhkan biaya. Mulai dari biaya pendidikan (SPP), biaya buku dan alat tulis, hingga biaya untuk transportasi.

Terlebih lagi jika kamu memilih untuk kuliah di luar negeri, tentu kamu akan membutuhkan biaya tambahan yang lebih banyak seperti biaya tiket pesawat, tempat tinggal selama di luar negeri, biaya makan, hingga biaya untuk refreshing. Namun, kamu masih bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan biaya kuliah dan biaya hidup selama di Jerman secara gratis melalui program beasiswa.

3. Kualifikasi Penerimaan Universitas

Setiap kampus atau universitas tentu mengharuskan calon mahasiswanya yang mendaftar untuk memenuhi beberapa persyaratan tertentu. Khususnya persyaratan administrasi untuk kualifikasi penerimaan mahasiswa di universitas.

Contohnya seperti surat keterangan ijazah kelulusan atau “hochschulzugangsberechtigung”, sertifikat TOEFL/IELTS/SAT, nilai rapport, serta sertifikat-sertifikat penghargaan lainnya. Persyaratan administrasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pihak kampus apakah calon mahasiswa yang mendaftar diterima atau tidak untuk kuliah di kampus tersebut.

4. Persyaratan Administrasi atau Dokumen

Mengingat pelajar di Indonesia yang akan mendaftar di luar negeri merupakan mahasiswa asing di Jerman, tentu ada dokumen persyaratan yang harus dipenuhi sebagai bentuk ijin untuk mengikuti perkuliahan di Jerman.

Visa yang digunakan untuk kuliah di Jerman tentu berbeda dengan Visa Schengen atau visa yang biasanya digunakan sebagai visa turis ke Eropa. Untuk kuliah di Jerman, setiap mahasiswa dari luar negara ini harus memiliki visa Nasional yang masa berlakunya hingga masa studi di Jerman selesai.

Kamu bisa mendapatkan dokumen ini dengan cara mendaftar di kedutaan Jerman di Indonesia dengan menyiapkan biaya sebesar EUR 75 dan mempersiapkan beberapa dokumen seperti berikut:

• Dokumen paspor yang masih berlaku

• Laporan rekening koran atau buku tabungan sebagai bukti ketersediaan dana untuk biaya hidup selama kuliah di sana

• Konfirmasi pendaftaran dari universitas

• Konfirmasi penerimaan dari universitas

• Konfirmasi pertanggungan asuransi

Selain dokumen visa, mahasiswa yang kuliah di Jerman juga memerlukan asuransi kesehatan sebagai salah satu syarat untuk melamar residence permit atau izin tinggal.

5. Tes Bakat dan Kecerdasan (Aptitude Test)

Test for Foreign Students diperlukan untuk mengukur kemampuan berupa bakat dan kecerdasan apa yang dimiliki oleh peserta yang mendaftar masuk universitas di Jerman. Tes ini akan sangat membantu untuk mengukur apakah seseorang bisa menyelesaikan program atau jurusan yang diambil atau tidak.

Tes bakat dan kecerdasan ini terdiri dari tiga bagian yaitu The Core Test, tes bahasa “onScreen”, dan modul tes subyek tertentu (subject specific test modules).

Baca Juga  Studienkolleg Indonesia: Persyaratan dan Langkah-Langkah Pendaftaran

6. Mengikuti Kelas Persiapan Studienkolleg

Studienkolleg merupakan pre-university course atau kelas persiapan sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui untuk melanjutkan kuliah di Jerman. Kelas persiapan ini diadakan dengan tujuan untuk menyetarakan kemampuan akademis calon mahasiswa mengingat setiap negara tentu memiliki kurikulum yang berbeda pada setiap jenjang sekolahnya.

Selain itu, adanya kelas studienkolleg ini adalah untuk membantu pelajar agar bisa menggunakan bahasa Jerman sehari-hari tanpa kendala. Terdapat dua jenis studienkolleg yang menyesuaikan dengan dua jenis universitas yang ada di Jerman, yaitu:

• Fachhochschule (FH) merupakan kelas persiapan untuk masuk ke jenis institusi FH yang memiliki ciri bidang perkuliahan hanya mencakup IT, bisnis, teknik, dan desain serta penekanan kurikulumnya lebih berfokus pada penerapan dalam keseharian industri dan pekerjaan. Jenjang pendidikan ini hanya tersedia pada tingkat S1 dan S2.

• Universitat (Uni) merupakan jenjang pendidikan yang mencakup bisnis dan IT, IPA murni, teknik, humaniora, kedokteran, serta ilmu sosial. Fokus kurikulum pada jenis institusi pendidikan ini adalah pada teori dan pengembangan ilmu yang dipelajari.

Salah satu hal yang perlu dijunjung tinggi saat merantau dan mengikuti pendidikan di negeri orang adalah tetap menjaga attitude yang baik. Seperti pepatah yang berbunyi “di mana langit dijunjung, di situ bumi berpijak” yang memiliki makna untuk tetap menjaga adat istiadat dan budaya di tempat tinggal baru selama di luar negeri.

Tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademis dan rapot yang bagus, karakter dan sifat baik yang dipupuk selama kuliah akan menjadi modal penting untuk meniti karir selanjutnya. Tentu saja untuk bisa studi di Jerman juga tidak bisa lepas dari kerja keras dan ketekunan kamu dalam belajar

Dan untuk kalian yang ingin studi ke Jerman maka bisa memanfaatkan berbagai macam program pendidikan di Virtu Education, klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya.

Kesempatan Beasiswa

Sponsored

TANYA JAWAB ONLINE

*Salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"

Gratis Beasiswa Program, Kuota Sangat Terbatas (Isi Form Dibawah Ini)
*Salin kalimat berikut "Saya mendaftar program beasiswa (mohon diisi dengan program pilihan)"